Disdikbud Mahulu Sosialisasikan SPMB SD Digital, Mudahkan Akses Sekolah

  • 11 Mei 2026 15:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Mahakam Ulu — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mahakam Ulu (Disdikbud Mahulu) menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar se-Kabupaten Mahakam Ulu. Kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Senin 11 Mei 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Digital SPMB SD Mahakam Ulu: Sinergi Operator dan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Layanan yang Akurat dan Terintegrasi”.

Bupati Mahakam Ulu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahulu, Kristina Tening, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi faktor penentu kemajuan wilayah.

“Pendidikan merupakan pondasi utama pembangunan daerah. Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu kemajuan suatu wilayah,” ujar Kristina membacakan sambutan Bupati.

Ia menegaskan, seluruh proses penyelenggaraan pendidikan harus dilaksanakan secara tertib, adil, profesional, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.

Menurutnya, Sistem Penerimaan Murid Baru merupakan pintu awal dalam siklus pendidikan tahunan. Pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama dalam mengakses layanan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.

“Melalui sistem ini, pemerintah memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan tanpa hambatan administratif,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga menyambut baik sosialisasi ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola pendidikan dasar yang modern, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dalam pelaksanaannya, digitalisasi SPMB dinilai mampu meminimalkan kesalahan data, meningkatkan transparansi proses seleksi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat. Selain pemaparan regulasi, kegiatan ini juga memberikan pendampingan teknis penggunaan aplikasi SPMB kepada operator sekolah.

Selain itu, penyamaan persepsi antara kepala sekolah dan operator menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru.

Pemerintah daerah juga mengingatkan seluruh pihak agar menghindari praktik yang bertentangan dengan aturan dan etika pelayanan publik, serta terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Mahulu, Bungai, menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam melakukan transformasi digital SPMB SD di Mahakam Ulu,” ujar Bungai.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Mei 2026, ini diikuti 76 peserta yang terdiri atas 38 kepala sekolah dan 38 operator SPMB SD se-Kabupaten Mahakam Ulu, dengan narasumber Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Jarwoko.(Is/Jo/AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....