Pramusrenbang Long Hubung Fokus Penanganan Stunting

  • 19 Feb 2026 15:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Mahakam Ulu - Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (T3PS) Kabupaten Mahakam Ulu, menghadiri sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam kegiatan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Tematik Stunting tingkat kecamatan.

Kegiatan tersebut digelar di Lamin Adat atau Balai Pertemuan Ida’ang Bulan, Kecamatan Long Hubung, Rabu 18 Februari 2026, sebagai bagian penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2027 di Kabupaten Mahakam Ulu.

Dalam kesempatan itu, Suhuk menyampaikan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas utama pemerintah daerah di bawah kepemimpinan yang baru.

“Komitmen kita kuat untuk menurunkan stunting. Karena itu saya hadir langsung untuk mendengar kendala yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pramusrenbang Tematik Stunting menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi persoalan nyata di lapangan, sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat dan terarah.

“Kita turun langsung supaya tahu kendalanya di mana, sehingga ke depan kita bisa fokus dalam pembahasan dan penanganannya,” katanya.

Hasil forum tersebut, lanjutnya, akan menjadi bahan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tahun 2027.

Sebagai Ketua T3PS, Suhuk menekankan pentingnya langkah strategis dan terintegrasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan stunting berjalan optimal. Ia menyebut pendataan sebagai langkah awal yang sangat menentukan.

“Kita minta pendataan betul-betul dari kampung ke kampung sampai ke tingkat kecamatan, supaya nanti kita bisa fokus dalam penanganannya,” ucapnya.

Ia juga menegaskan perlunya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dengan mengesampingkan ego sektoral demi percepatan penurunan stunting.

Terkait tantangan terbesar, Suhuk mengakui kondisi geografis Mahakam Ulu yang tergolong wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) menjadi kendala tersendiri, ditambah faktor alam, ekonomi, dan lingkungan. Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tidak akan menyerah.

“Memang tantangannya banyak, tetapi kita tidak putus asa. Kita akan terus berjuang untuk melepaskan Mahakam Ulu dari stunting,” katanya menegaskan.

Ia menambahkan, upaya penanganan dilakukan secara bertahap melalui edukasi kepada ibu hamil, perbaikan lingkungan, serta pelibatan berbagai OPD.

“Kalau kita semua bergandeng tangan dan bergerak bersama, saya yakin stunting di Mahakam Ulu bisa kita atasi,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Suhuk juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar berperan aktif dalam pencegahan stunting sejak dini.

“Kalau menemukan indikasi stunting di lingkungan sekitar, tolong dilaporkan supaya bisa didata dan kita carikan solusi,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan gizi, serta memperhatikan kesehatan ibu hamil. Selain itu, perhatian juga diarahkan kepada generasi muda. Ia menyoroti masih tingginya angka pernikahan dini yang dinilai berkontribusi terhadap stunting.

“Remaja kita harus menjaga pergaulan dan merencanakan masa depan dengan baik, supaya kita bisa mencegah stunting sejak dini,” kata Suhuk menutup sambutannya.

Melalui Pramusrenbang Tematik Stunting ini, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap terbangun komitmen bersama dan langkah konkret dalam percepatan penurunan stunting, demi mewujudkan generasi Mahakam Ulu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (AD/Jo/AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....