Potensi Besar, DPRD Nilai Pariwisata Berau Belum Digarap Maksimal

  • 31 Mei 2026 16:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan dinilai perlu mulai dikurangi. Di tengah dinamika industri ekstraktif yang terus berubah, sektor pariwisata dianggap memiliki peluang besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menilai saat ini merupakan waktu yang tepat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Berau sebenarnya memiliki modal besar untuk berkembang sebagai daerah tujuan wisata. Namun hingga kini potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena perhatian pemerintah selama bertahun-tahun lebih banyak terserap pada sektor pertambangan.

"Potensi wisata kita sudah lama ada. Tetapi karena sektor tambang masih menjadi andalan, pengembangannya belum benar-benar menjadi prioritas utama," ujarnya pada Minggu 31 Mei 2026.

Rudi mengatakan pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara sporadis atau hanya berdasarkan program jangka pendek. Pemerintah daerah perlu memiliki perencanaan yang matang agar pembangunan destinasi wisata dapat berjalan secara konsisten dalam jangka panjang.

Ia menilai salah satu persoalan yang sering terjadi adalah berubahnya arah kebijakan setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan atau pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Karena itu, Rudi mendorong penyusunan peta jalan atau roadmap pengembangan pariwisata yang dapat menjadi acuan bersama, terlepas dari siapa yang memimpin daerah di masa mendatang.

"Pariwisata membutuhkan arah yang jelas. Jangan sampai setiap pergantian kepala daerah atau pimpinan OPD justru melahirkan kebijakan baru yang berbeda dari sebelumnya," katanya.

Menurut Rudi, pemerintah daerah juga perlu membuka diri terhadap berbagai referensi dan pengalaman dari daerah lain yang berhasil mengembangkan sektor wisata sebagai penopang ekonomi utama.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan yang sebelumnya memiliki karakteristik serupa dengan Berau, namun mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang dikenal luas karena memiliki perencanaan yang terukur dan dijalankan secara konsisten.

Selain itu, ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pariwisata. Seluruh organisasi perangkat daerah harus bergerak dalam satu arah dan saling mendukung sesuai tugas masing-masing.

Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penataan lingkungan, hingga promosi daerah harus menjadi bagian dari strategi besar yang terintegrasi. "Kalau ingin pariwisata menjadi sektor unggulan, maka semua perangkat daerah harus memiliki visi yang sama dan bekerja dalam satu tujuan," katanya.

Rudi optimistis sektor pariwisata Berau memiliki masa depan yang menjanjikan. Keberadaan destinasi unggulan seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, serta berbagai objek wisata alam lainnya menjadi modal yang sulit dimiliki daerah lain.

Namun ia mengingatkan, besarnya potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diikuti dengan perencanaan yang jelas dan kebijakan yang berkelanjutan. "Potensinya sudah ada. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengelolanya secara serius agar benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....