Kapasitas Penuh, Balikpapan Butuh Rumah Singgah ODGJ yang Baru
- 09 Jun 2026 14:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini menyusul insiden seorang ODGJ yang mengamuk menggunakan senjata tajam dan sempat melukai warga serta aparat kepolisian, yang kemudian viral di media sosial.
Merespons kondisi tersebut, Komisi IV DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah rumah singgah milik Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan pada Senin (8 Juni 2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kapasitas dan kondisi fasilitas penampungan yang saat ini digunakan untuk menangani warga terlantar maupun ODGJ.
Hasil peninjauan menunjukkan kapasitas rumah singgah yang tersedia hampir mencapai batas maksimal. Rumah Penampungan Lanjut Usia Terlantar (RPLUT) tercatat telah terisi penuh dengan 10 penghuni dari kapasitas maksimal 10 orang.
Sementara itu, Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) saat ini menampung 21 orang dari kapasitas 25 orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang merupakan ODGJ yang sedang menjalani penanganan dan pembinaan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya penambahan fasilitas penampungan yang lebih memadai. Menurutnya, keberadaan rumah singgah dengan kapasitas lebih besar akan mendukung proses rehabilitasi dan pengawasan terhadap ODGJ di Balikpapan.
"Melihat kondisi di lapangan, selama ini rumah singgah untuk ODGJ masih terbatas. Ke depan, kami mendorong pemerintah menyediakan ruangan yang besar agar dapat menampung warga yang sakit secara optimal," ujarnya. Selasa, 9 Juni 2026
Gasali menilai lahan yang dimiliki fasilitas penampungan saat ini masih cukup luas dan memungkinkan untuk dilakukan pengembangan. Karena itu, pihaknya akan mendorong pembangunan gedung baru yang lebih representatif pada tahun anggaran mendatang.
Ia juga mengungkapkan data Dinsos Balikpapan mencatat sekitar 80 hingga 90 kasus ODGJ yang bersifat kambuhan atau berulang. Kondisi tersebut dinilai memerlukan dukungan sarana yang memadai agar penanganan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Kita tidak ingin ada ODGJ yang berkeliaran di Balikpapan hingga membuat keonaran di jalan. Keberadaan rumah singgah yang representatif ini sangat krusial," katanya.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, menyambut baik dukungan DPRD terhadap peningkatan layanan rehabilitasi sosial. Ia berharap hasil kunjungan kerja tersebut dapat menjadi dasar penguatan anggaran untuk pembangunan fasilitas yang lebih layak.
"Harapan kami, kelayakan rumah penampungan ini dapat ditingkatkan melalui pembangunan fasilitas baru. Semoga rencana ini bisa menjadi program prioritas pada tahun 2027," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....