Ekspor Sawit Indonesia Berpeluang Terus Diperkuat
- 16 Sep 2026 12:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor sawit melalui peningkatan produktivitas di tingkat perkebunan. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, serta perbaikan praktik budi daya.
Penguatan sektor hulu tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan industri pengolahan di tingkat hilir. Dengan demikian, komoditas sawit tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan baku, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Rabu 16 September 2026, peluang pasar ekspor sawit masih terbuka. Tiongkok menjadi salah satu tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia. Sepanjang Januari–Juli 2026, nilai ekspor nonmigas ke negara tersebut mencapai US$40,62 miliar atau meningkat 18,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati yang mencakup berbagai produk berbasis sawit turut menjadi bagian dari perdagangan tersebut.
“Kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati yang mencakup berbagai produk berbasis sawit turut menjadi bagian dari perdagangan tersebut,” ujar Amran.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan produksi dan hilirisasi memiliki peluang besar untuk memperkuat peran komoditas pertanian Indonesia dalam perdagangan internasional. Indonesia tidak hanya berpeluang meningkatkan volume ekspor, tetapi juga memperbesar nilai ekonomi produk yang dipasarkan ke luar negeri.
Amran menegaskan penguatan ekspor pada akhirnya harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha pertanian, khususnya petani dan pekebun. Menurutnya, peningkatan nilai tambah produk pertanian perlu berjalan seiring dengan upaya memperluas pasar internasional.
“Pertanian harus menghasilkan, harus memberikan nilai tambah. Kita ingin produk pertanian Indonesia semakin banyak masuk pasar dunia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani,” katanya.
Pertumbuhan ekspor CPO dan produk turunannya sebesar 5,49 persen menjadi salah satu indikator menguatnya kontribusi sawit terhadap perdagangan Indonesia. Pemerintah terus mendorong momentum tersebut melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi agar komoditas sawit Indonesia mampu menghasilkan lebih banyak produk bernilai tambah dan berdaya saing di pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....