BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Capai 28,71 Juta Ton hingga September 2026
- 06 Agt 2026 13:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional untuk konsumsi pangan sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 28,71 juta ton. Jumlah tersebut meningkat tipis sebesar 0,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Kamis 6 Agustus 2026, capaian tersebut menunjukkan stabilitas sekaligus kinerja positif sektor pertanian nasional di tengah dinamika musim tanam.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan proyeksi tersebut mencerminkan tren positif produksi beras nasional. Secara bulanan, produksi beras pada Juni 2026 meningkat 6,9 persen menjadi 2,47 juta ton, dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 2,31 juta ton.
Selain itu, potensi produksi beras selama Juli hingga September 2026 diperkirakan mencapai 9,36 juta ton. Produksi tersebut diharapkan mampu menopang ketersediaan beras nasional pada triwulan III 2026.
Peningkatan produksi beras didukung oleh tren positif produksi padi. Sepanjang Januari hingga September 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 49,84 juta ton gabah kering giling (GKG), atau meningkat sekitar 0,01 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi padi pada Juni 2026 juga mengalami kenaikan sebesar 7,02 persen menjadi 4,29 juta ton GKG dibandingkan Juni 2025. Sementara itu, luas panen padi selama Januari hingga September 2026 diperkirakan mencapai 9,46 juta hektare, meningkat 0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasil pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) pada Juni 2026 menunjukkan aktivitas budidaya padi berjalan dengan baik. Sebanyak 40,27 persen lahan pertanian tercatat dalam kondisi standing crop, dengan sebagian besar tanaman telah memasuki fase generatif yang diperkirakan memasuki masa panen pada Juli.
Kondisi tersebut memberikan optimisme terhadap peningkatan produksi padi dan beras nasional pada triwulan III 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan produksi beras nasional merupakan hasil dari berbagai program percepatan produksi yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjaga produktivitas petani di tengah tantangan perubahan iklim sekaligus memastikan ketersediaan air melalui berbagai langkah mitigasi.
Beberapa program yang terus diperkuat antara lain percepatan luas tambah tanam, pompanisasi, serta pendampingan intensif kepada petani.
Dengan capaian tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kuat dan target swasembada pangan berkelanjutan dapat segera terwujud. Upaya itu juga diharapkan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....