Marangkayu Jadi Lokasi Pengembangan Pertanian Modern
- 02 Agt 2026 14:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya mempercepat swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui penerapan teknologi pertanian modern di berbagai daerah. Salah satunya dilakukan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur dengan meninjau langsung lokasi pelaksanaan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
Kunjungan diawali dengan pertemuan antara Kepala BRMP Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Marangkayu. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis Kementerian Pertanian, mulai dari implementasi PM-AAS, capaian Luas Tambah Tanam (LTT), program Cetak Sawah Rakyat, hingga Optimalisasi Lahan (Oplah) sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan.
Dalam arahannya, Ahmad Subhan menekankan bahwa keberhasilan program pertanian modern tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada koordinasi yang kuat antara pemerintah, petugas lapangan, dan petani. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting agar seluruh program strategis dapat berjalan efektif dan memberikan hasil nyata bagi peningkatan produksi pangan.
"Implementasi PM-AAS harus didukung dengan koordinasi yang kuat antara penyuluh, petugas lapangan, pemerintah, dan petani agar seluruh program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal dalam mendukung percepatan swasembada pangan," ujar Ahmad Subhan.
Program PM-AAS di Kecamatan Marangkayu akan dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Sebuntal, Desa Semangko, dan Desa Santan Ulu, dengan total luas areal mencapai 335 hektare. Penanaman dijadwalkan berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2026 sebagai tahap awal penerapan sistem budidaya padi modern di wilayah tersebut.
Usai pertemuan, Kepala BRMP Kalimantan Timur bersama tim melakukan peninjauan lapangan ke lokasi yang akan menjadi areal penerapan PM-AAS. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan lahan sekaligus memperkuat koordinasi teknis sebelum proses penanaman dimulai. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap tahapan pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana.
PM-AAS merupakan inovasi terbaru Kementerian Pertanian yang mengintegrasikan mekanisasi pertanian, sistem tanam yang lebih efisien, serta pengelolaan lahan berbasis teknologi dan presisi. Melalui pendekatan modern tersebut, program ini menargetkan produktivitas padi mencapai 10 hingga 12,4 ton gabah per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan pola budidaya konvensional.
Ahmad Subhan optimistis penerapan teknologi modern yang dibarengi pendampingan intensif akan mempercepat transformasi sektor pertanian di Kalimantan Timur. "Melalui penerapan PM-AAS, kami berharap produktivitas padi meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan kesejahteraan petani ikut terangkat secara berkelanjutan," katanya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petugas lapangan, dan para petani, implementasi PM-AAS di Marangkayu diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern di Kalimantan Timur. Keberhasilan program ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional, tetapi juga membuka jalan menuju sistem pertanian yang lebih maju, efisien, dan berdaya saing di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....