Pengembangan Ayam KUB Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- 21 Des 2025 03:11 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Topik ini dibahas dalam dialog interaktif Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Samarinda, Jumat (19/12/2025), sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi pangan bergizi berbasis potensi lokal.
Dalam dialog tersebut, narasumber dari Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, Ludy K Kristianto, menjelaskan pengembangan Ayam KUB merupakan program Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ketersediaan sumber protein hewani, khususnya telur dan daging ayam kampung, yang digemari masyarakat dan memiliki nilai gizi tinggi.
“Pengembangan Ayam KUB ini bertujuan agar ayam lokal Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ayam kampung unggul ini memiliki produktivitas telur dan daging yang lebih baik dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga sangat potensial mendukung kebutuhan pangan bergizi masyarakat,” ujar Ludy.
Ayam KUB merupakan hasil pemuliaan dari berbagai galur ayam kampung unggulan asal Jawa Barat yang telah dikembangkan sejak 2007. Melalui proses seleksi dan persilangan, ayam ini memiliki keunggulan dalam produksi telur yang bisa mencapai 180 hingga 200 butir per ekor per tahun, serta pertumbuhan daging yang relatif cepat.
Menurut Ludy, program Makan Bergizi Gratis yang menjadikan telur dan daging ayam sebagai menu utama membuka peluang besar bagi pengembangan Ayam KUB di tingkat rumah tangga. Ayam ini dinilai cocok dipelihara di pekarangan rumah, baik dengan sistem kandang baterai maupun kandang umbaran terbatas, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Dengan memelihara sekitar 24 ekor ayam siap bertelur per rumah tangga, kebutuhan protein keluarga bisa terpenuhi. Jika produksinya berlebih, telur dan dagingnya bahkan bisa dijual untuk mendukung penyediaan makanan bergizi gratis,” ucap Ludy lebih lanjut.
Selain aspek produksi, pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian dalam budidaya Ayam KUB. Limbah kotoran ayam dapat diolah menjadi pupuk kompos untuk tanaman pekarangan, menciptakan sistem pertanian terpadu yang saling menguntungkan antara peternakan dan hortikultura.
Pengembangan Ayam KUB di Kalimantan Timur sendiri telah mulai diterapkan di sejumlah wilayah, salah satunya melalui kelompok wanita tani di kawasan Sempaja, Samarinda. Program ini didukung oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dari sisi pakan, Ayam KUB juga relatif adaptif karena dapat memanfaatkan pakan alternatif berbasis bahan lokal seperti maggot, azolla, cacing tanah, ampas kelapa, hingga roti afkir. Hal ini membuat biaya pemeliharaan lebih efisien dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Melalui pengembangan Ayam KUB yang terencana dan berkelanjutan, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian pangan, pemberdayaan rumah tangga, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....