Tim Medis Awasi Ketat Jemaah Lansia Kloter 4 BPN di Arafah, Satu Terpantau Dehidrasi

  • 26 Mei 2026 16:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Makkah - Meski didominasi jemaah lanjut usia yang berisiko tinggi, kondisi kesehatan jemaah Kloter 4 Embarkasi Balikpapan (BPN) jelang wukuf di Arafah dilaporkan tetap terkendali. Dari total 358 jemaah, hanya satu jemaah lansia yang saat ini menjalani perawatan di Pos Kesehatan Arafah akibat dehidrasi.

Petugas perawat Kloter 4 BPN, Rupikatin, mengatakan tim kesehatan terus melakukan pengawasan intensif terhadap kondisi jemaah selama rangkaian puncak ibadah haji berlangsung di Arab Saudi.

“Alhamdulillah para jemaah juga memperhatikan imbauan kesehatan dari kami. Memang ada satu jemaah lansia laki-laki usia 70 tahun yang mengalami dehidrasi dan sedang dirawat di pos kesehatan Arafah,” ujarnya kepada rri.co.id, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sejak kedatangan di Madinah hingga tiba di Arafah, tim kesehatan rutin memberikan edukasi kesehatan, visitasi hingga pelayanan rawat jalan bagi jemaah. Pendampingan lebih difokuskan kepada jemaah risiko tinggi, terutama yang memiliki keterbatasan pergerakan dan penyakit bawaan.

Selain membuka layanan pemeriksaan kesehatan di kamar petugas kesehatan, tim medis juga mendatangi langsung kamar jemaah yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kami utamakan visitasi untuk jemaah risiko tinggi. Kalau yang sehat cukup kami edukasi dan ingatkan terus soal kesehatan,” kata Rupikatin.

Petugas perawat Kloter 4 BPN, Rupikatin (kiri) dan Ketua Kloter 4 BPN, Mulyati (kanan). (Foto: RRI Samarinda/Aina Wardah)

Selama di Arab Saudi, ia mengungkapkan, banyak jemaah yang sempat mengalami gangguan kesehatan lantaran harus beradaptasi dengan perubahan cuaca dan lingkungan. Rupikatin menyebut, pada awal kedatangan banyak jemaah mengalami gatal-gatal karena kondisi udara kering.

Memasuki masa tinggal di Makkah, kasus demam, batuk, dan pilek mulai mendominasi hampir di seluruh kloter Balikpapan.

“Ada juga yang mengalami gangguan saluran kencing karena terlalu lama menahan buang air kecil selama perjalanan pesawat. Tapi alhamdulillah sejauh ini masih bisa teratasi,” ucapnya.

Ia memastikan, stok obat-obatan untuk jemaah masih mencukupi. Selain membawa persediaan dari Tanah Air, kebutuhan obat juga didukung oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan sektor layanan kesehatan di Arab Saudi.

Meski tim medis untuk kloter 4 BPN hanya ada dua orang, yakni satu dokter dan satu perawat, Rupikatin mengatakan seluruh kendala dalam pelayanan kesehatan sejauh ini masih bisa teratasi.

“Tantangannya tentu ada karena kami menangani 358 jemaah. Tapi alhamdulillah masih teratasi dan kami fokus memantau jemaah dengan kondisi berat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu jemaah Kloter 4 BPN asal Samarinda, Aina Wardah mengaku pelayanan kesehatan yang diberikan petugas berjalan baik selama proses ibadah haji berlangsung. Ia juga mengapresiasi petugas haji di lapangan yang selalu berkoordinasi demi memastikan kenyamanan jemaah.

“Antara pasien dengan tim medisnya mereka komunikatif. Interaksinya bagus. Mereka semuanya saling membantu, saling melengkapi dan Alhamdulillah terkendali di sini jemaahnya,” kata Aina, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....