Dinkes Samarinda Terus Memastikan Kesehatan Jemaah Haji Asal Kota Tepian

  • 15 Mei 2026 12:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Kota Samarinda terus memantau kondisi kesehatan jemaah haji asal Samarinda yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan pemantauan kesehatan dilakukan sejak jemaah dinyatakan pasti berangkat hingga selama proses perjalanan ibadah haji berlangsung.

“Ketika mereka sudah mendapatkan kepastian berangkat, mereka diperiksakan sebelumnya. Kemudian pada saat berangkat dan juga pada saat keberangkatan menuju embarkasi itu kita pantau dan bahkan kita dampingi sampai ke embarkasi,” ujarnya, dikutip pada Jumat 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan, selama berada di Arab Saudi para jemaah juga tetap dipantau oleh petugas kesehatan yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) maupun Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD). Petugas tersebut ikut mendampingi proses perjalanan ibadah haji.

Sejauh ini, menurut Ismed, kondisi kesehatan jemaah haji asal Samarinda yang telah berangkat masih terpantau baik. “Alhamdulillah jemaah haji ini dalam proses keberangkatannya terutama dalam masalah kesehatannya itu terpantau dengan baik,” kata dia.

Sementara itu, untuk dua kloter terakhir asal Samarinda yakni kloter 16 dan 17 yang belum berangkat, Dinkes Samarinda masih terus melakukan pemantauan kesehatan dan penguatan kebugaran fisik.

Menurut Ismed, fase keberangkatan menjadi ujian awal bagi kondisi fisik jemaah karena mereka harus menempuh perjalanan panjang mulai dari Samarinda menuju embarkasi hingga penerbangan ke Jeddah.

“Ujian pertama kesehatan haji itu bagaimana fisiknya tetap bugar pada saat pelaksanaan proses pemberangkatan,” ujarnya.

Selain perjalanan panjang, Dinkes Samarinda juga mengingatkan jemaah mengenai tantangan terbesar saat pelaksanaan ibadah haji, terutama ketika menjalani prosesi di Arafah dan Mina.

Ia mengatakan, kondisi fisik jemaah harus benar-benar dijaga karena seluruh jemaah wajib hadir langsung di Arafah dan tidak bisa diwakilkan meski dalam kondisi sakit.

“Karena ketika di Arafah itu mau dia keadaan sakit atau apapun, dia harus berada di Arafah, tidak bisa diwakilkan,” ucapnya.

Ismed juga menyoroti prediksi cuaca ekstrem di Makkah tahun ini yang diperkirakan mencapai suhu di atas 40 derajat Celsius. Karena itu, berbagai tips menjaga kebugaran dan kesehatan terus disampaikan kepada jemaah melalui manasik kesehatan haji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....