Kloter BPN 4 Tiba Sore Ini di Samarinda, 360 Jemaah Pulang Lengkap
- 12 Jun 2026 11:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sebanyak 360 jemaah dan petugas haji yang tergabung dalam Kloter BPN 4 dijadwalkan tiba di Samarinda pada Jumat, 12 Juni 2026 sore. Setelah menempuh perjalanan dari Arab Saudi sejak Kamis 11 Juni 2026, rombongan akan disambut dan dilepas secara resmi di GOR Segiri Samarinda.
Ketua Kloter BPN 4, Mulyati, mengatakan proses pemulangan sebenarnya telah dimulai sejak tiga hari sebelum keberangkatan. Pada 9 Juni, seluruh koper besar jemaah lebih dulu dikumpulkan dan ditimbang sebelum dikirim melalui bagasi pesawat.
Sementara itu, sehari sebelum kepulangan, jemaah melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebagai rangkaian akhir ibadah di Tanah Suci. Seluruh jemaah kemudian bersiap meninggalkan hotel pada dini hari untuk menuju Bandara Jeddah.
"Proses pemulangan itu sebenarnya sudah dimulai tiga hari sebelumnya. Koper besar jemaah sudah ditimbang dan dikumpulkan lebih dulu. Kemudian tanggal 10 kami melakukan tawaf wada, dan dini hari tanggal 11 berangkat menuju Bandara Jeddah," kata Mulyati saat dihubungi rri.co.id.
Ia menjelaskan, sembilan bus yang membawa jemaah berangkat dari hotel di Makkah menuju Bandara Jeddah sejak pukul 02.00 waktu setempat. Bus terakhir tiba di bandara sekitar pukul 05.30 sebelum seluruh jemaah menjalani proses pemeriksaan dokumen keberangkatan.
Jemaah Kloter BPN 4 pun diberangkatakan pada pukul 12.00 waktu setempat dan tiba di Balikpapan sekitar pukul 06.40 WITA.
Meski sebagian jemaah sempat mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan pascapuncak ibadah haji, Mulyati memastikan seluruh anggota kloter dapat dipulangkan bersama-sama. Bahkan seorang jemaah yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit akhirnya dinyatakan layak terbang dan kembali bergabung dengan rombongan.
"Alhamdulillah tadi malam jemaah yang sempat dirawat sudah diantar kembali dan bisa bergabung dengan rombongan. Jadi kami berangkat 360 orang dan pulang juga tetap 360 orang," ujarnya.
Menurut Mulyati, kelelahan menjadi keluhan yang paling banyak dialami jemaah setelah rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain cuaca panas, aktivitas fisik yang cukup berat selama musim haji juga turut memengaruhi kondisi kesehatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia.
Meski demikian, sebagian besar kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau baik berkat pendampingan dokter kloter dan tenaga kesehatan yang bertugas di klinik satelit selama berada di Makkah.
Setibanya di tanah air, ia pun mengimbau jemaah untuk beristirahat dan menjaga kondisi kesehatan sebelum kembali beraktivitas seperti biasa. Terlebih, sebagian jemaah masih mengalami keluhan ringan seperti batuk dan pilek akibat perubahan cuaca serta kelelahan selama perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....