Jemaah Haji Diingatkan Waspadai Cuaca Panas Saudi
- 13 Mei 2026 07:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Embarkasi Haji Balikpapan meningkatkan edukasi kesehatan bagi jemaah haji untuk menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi selama musim haji 2026. Antisipasi dilakukan sejak proses penerimaan jemaah di asrama haji.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Timur, Taty Suryani, mengatakan pembekalan kesehatan menjadi bagian penting dalam proses pelayanan embarkasi tahun ini. Langkah tersebut dilakukan mengingat suhu di Arab Saudi saat musim haji dapat mencapai lebih dari 40 derajat celsius.
Kepada rri.co.id, Rabu 13 Mei 2026, Taty menjelaskan, Balai Karantina Kesehatan turut memberikan edukasi langsung kepada jemaah mengenai cara menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, jemaah diingatkan untuk menjaga asupan cairan dan tidak menunggu haus sebelum minum. Hal itu penting untuk mencegah dehidrasi yang berpotensi memicu gangguan kesehatan selama ibadah. “Jemaah disarankan untuk sering-sering minum. Paling tidak setiap 10 menit itu minum tiga teguk,” katanya.
Selain edukasi, Embarkasi Balikpapan juga membagikan perlengkapan kesehatan kepada jemaah. Di antaranya masker dan botol semprot air yang dapat digunakan menjaga kelembaban tubuh saat berada di bawah suhu panas ekstrem.
Taty menjelaskan, botol semprot tersebut tidak hanya digunakan untuk menyimpan air minum, tetapi juga membantu menyegarkan tubuh ketika jemaah mulai merasakan kepanasan saat beraktivitas di luar ruangan. “Nanti jemaah menerima perbekalan kesehatan. Di situ ada masker dan botol semprot. Gunanya untuk menjaga kelembaban dan mengurangi rasa haus,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi kesehatan juga menekankan pentingnya membatasi aktivitas fisik berlebihan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi yang mendominasi keberangkatan tahun ini.
Data Kementerian Agama menunjukkan sebagian besar jemaah haji Indonesia tahun 2026 merupakan kategori lansia. Kondisi tersebut membuat aspek kesehatan menjadi perhatian utama sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Karena itu, Embarkasi Balikpapan menilai kesiapan kesehatan tidak kalah penting dibanding kelengkapan administrasi perjalanan haji. Seluruh proses pelayanan kesehatan dilakukan terpadu bersama petugas embarkasi, Balai Karantina Kesehatan, serta tim kesehatan haji daerah.
Embarkasi Haji Balikpapan tahun ini melayani pemberangkatan 17 kelompok terbang dari empat provinsi yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara dengan total 5.859 jemaah menuju Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....