Arab Saudi Sulap Kain Ihram Bekas Menjadi Produk Bernilai
- 22 Jun 2026 11:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Ihram Berkelanjutan di Arab Saudi menunjukkan perubahan signifikan dalam cara pengelolaan limbah ibadah haji, khususnya kain ihram yang selama ini identik dengan penggunaan sekali pakai. Melalui program ini, ratusan ton kain ihram bekas berhasil diolah kembali menjadi ribuan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat lingkungan.
Berdasarkan data dari Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi, lebih dari 5.000 produk telah berhasil diproduksi dari tekstil daur ulang kain ihram dalam satu tahun terakhir. Capaian ini menegaskan bahwa limbah dari aktivitas ibadah dapat diubah menjadi sumber daya yang produktif melalui pendekatan ekonomi sirkular.
“ Program ini merupakan implementasi nyata konsep ekonomi sirkular dalam penyelenggaraan haji. Kain ihram yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kini dikumpulkan, diproses, dan dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan masyarakat, “ kata Juru Bicara Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi, Sultan Al-Harthi seperti dikutip dari laman Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Senin 22 Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, kain ihram melalui serangkaian proses mulai dari pengumpulan, penyortiran, pembersihan, hingga sterilisasi sebelum masuk tahap produksi. Setelah memenuhi standar kesehatan yang ketat, kain tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk seperti tas, bantal, selimut, souvenir, dan produk tekstil lainnya.
Program ini juga memberikan dampak lingkungan yang signifikan dengan berhasil mengalihkan lebih dari 211 ton tekstil dari tempat pembuangan akhir selama musim haji. Pengurangan ini turut menekan emisi karbon serta mengurangi biaya pengelolaan dan pembuangan sampah yang biasanya timbul dari limbah tekstil dalam jumlah besar.
Dari sisi sosial dan ekonomi, program ini menciptakan sekitar 30 lapangan kerja musiman serta memberdayakan 25 penjahit dari keluarga produktif. Keterlibatan masyarakat dalam pengolahan kain ihram bekas membuka peluang ekonomi baru yang berbasis pada prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Selain itu, program ini sejalan dengan Visi Saudi 2030 melalui Program Transformasi Nasional dan Program Kualitas Hidup yang menekankan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini juga memperkuat tanggung jawab sosial, mendukung sektor nirlaba, serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi berbasis komunitas.
Kesadaran lingkungan jemaah juga terus meningkat, terbukti dari bertambahnya jumlah donasi kain ihram dari musim ke musim. Lebih dari 200.000 orang telah terlibat dalam kampanye edukasi dan sosialisasi yang mendorong budaya daur ulang, sementara keberhasilan program ini turut menginspirasi pengembangan inisiatif lain seperti pemanfaatan sisa makanan menjadi kompos organik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....