PPIH Balikpapan Terus Benahi Layanan Pemulangan Jemaah Haji

  • 21 Jun 2026 21:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Memasuki pertengahan fase pemulangan jemaah haji tahun 2026, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Balikpapan terus melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada para jemaah. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penerimaan dan pemulangan jemaah berjalan semakin baik hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air.

Sekretaris PPIH Debarkasi Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan hasil evaluasi sementara menunjukkan tingkat kepuasan jemaah terhadap pelayanan yang diberikan cukup tinggi. Penilaian tersebut diperoleh melalui berbagai masukan langsung dari jemaah yang telah tiba di Debarkasi Balikpapan dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak hanya mencakup proses kedatangan dan penjemputan, tetapi juga mencakup akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, pengelolaan bagasi, hingga koordinasi keberangkatan jemaah menuju daerah asal masing-masing.

"Alhamdulillah dari hasil evaluasi yang kami lakukan, banyak jemaah menyampaikan pelayanan di Debarkasi Balikpapan sudah berjalan baik. Namun kami tidak ingin cepat puas karena masih ada beberapa kloter lagi yang harus kami layani," ujarnya kepada rri.co.id, Minggu, 21 Juni 2026.

Suharto menegaskan keberhasilan pelayanan haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari kenyamanan dan rasa aman yang dirasakan jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Karena itu, setiap masukan dari jemaah dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan layanan pada kloter berikutnya.

Ia mengakui dalam pelaksanaan operasional berskala besar seperti pemulangan haji, potensi kendala tetap dapat terjadi. Mulai dari keterlambatan penerbangan, kondisi kesehatan jemaah lanjut usia, hingga persoalan teknis distribusi bagasi. Namun sejauh ini seluruh persoalan yang muncul masih dapat ditangani melalui koordinasi lintas instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.

Menurut Suharto, salah satu fokus utama evaluasi tahun ini adalah memastikan tidak ada jemaah yang merasa diabaikan selama berada di Debarkasi Balikpapan. Untuk itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, petugas daerah, hingga unsur kesehatan terus diperkuat agar pelayanan tetap terjaga hingga jemaah tiba di kampung halaman.

"Kami ingin seluruh jemaah benar-benar merasa terlayani dengan baik. Jangan sampai ada yang merasa terlantar atau tidak mendapatkan perhatian ketika tiba di debarkasi. Itu yang terus kami perbaiki dari waktu ke waktu," katanya.

PPIH Debarkasi Balikpapan berharap budaya evaluasi dan inovasi pelayanan dapat terus dipertahankan pada penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan, Debarkasi Balikpapan diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pelayanan haji yang semakin profesional, humanis, dan memberikan kenyamanan bagi jemaah asal Kalimantan maupun Sulawesi yang menjadi wilayah layanannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....