Hikmah Haji, Dari Spiritualitas Hingga Kepedulian Sosial

  • 30 Mei 2025 23:30 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Dalam program inspiratif Mutiara Pagi yang disiarkan secara langsung pada Jumat (30/5/2024), pendengar diajak menyelami makna mendalam dari ibadah haji bersama narasumber ulama terkemuka, Ust. KH. Muhammad Khozin, M.Pd. Mengangkat tema “Memetik Hikmah dari Ibadah Haji”, program ini mengupas bukan hanya tata cara ibadah haji secara teknis, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Khozin menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang sangat istimewa, bukan sekadar ritual fisik semata. “Haji mengajarkan kita tentang keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, dan kebersamaan dalam skala global,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa setiap rangkaian dalam ibadah haji mengandung simbol dan pesan moral. Thawaf misalnya, melambangkan kepasrahan dan ketundukan seorang hamba terhadap Sang Pencipta, sedangkan wukuf di Arafah menjadi momentum puncak perenungan dan pengampunan dosa.

“Haji adalah miniatur kehidupan. Kita datang dari berbagai penjuru dunia, berkumpul di satu titik, mengenakan pakaian yang sama, tanpa melihat status atau jabatan. Inilah pelajaran tentang kesetaraan dan ukhuwah Islamiyah,” jelas beliau dengan penuh semangat.

Program ini juga menyoroti pentingnya menjaga kemabruran haji pasca-kepulangan dari tanah suci. Ust. Khozin menegaskan bahwa tanda haji mabrur bukan terletak pada gelar ‘Haji’ di depan nama, melainkan pada perubahan sikap, peningkatan kualitas ibadah, dan kepedulian sosial yang nyata.

Para pendengar yang turut berinteraksi melalui saluran telepon dan media sosial tampak antusias, memberikan apresiasi atas penyampaian yang penuh makna. Banyak dari mereka mengaku termotivasi untuk meneladani nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari, meskipun belum memiliki kesempatan untuk berhaji.

Di akhir program, Ust. Khozin berpesan, “Jadikan semangat haji sebagai bagian dari hidup kita. Tidak harus menunggu pergi ke tanah suci untuk mulai berubah menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih sabar menjalani kehidupan.”

Program Mutiara Pagi kembali membuktikan dirinya sebagai ruang dialog religius yang mencerahkan dan membangun semangat spiritual masyarakat. Tayangan hari ini memberikan pesan kuat bahwa ibadah haji bukan hanya untuk yang mampu secara fisik dan finansial, tetapi hikmahnya bisa dirasakan dan diamalkan oleh siapa saja, di mana saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....