Polisi Ungkap Pencurian Hasil Panen, Dua Pelaku Masih Diburu

  • 03 Jul 2026 07:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Pengungkapan kasus pencurian di sebuah gudang hasil pertanian di Desa Gunung Mulia membuka dugaan adanya rangkaian aksi pencurian yang menyasar petani di Kecamatan Babulu. Selain mengamankan empat dari enam terduga pelaku, polisi kini mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam sejumlah laporan kehilangan pupuk yang terjadi di lokasi berdekatan.

Unit Reskrim Polsek Babulu mengungkap kasus tersebut setelah menerima laporan kehilangan 20 karung padi dan 12 karung pupuk Ponska dari gudang penyimpanan milik seorang petani. Peristiwa yang terjadi pada 30 Juni 2026 itu menyebabkan korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Babulu IPTU Andi Fatahuddin mengatakan penyelidikan dilakukan sejak laporan diterima polisi. Hasilnya, empat terduga pelaku berhasil diamankan beserta enam karung padi yang diduga merupakan bagian dari hasil pencurian. Sementara dua terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk menangkap dua terduga pelaku lainnya serta mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam tindak pidana serupa," ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.

Kasus ini terungkap bukan semata hasil kerja penyidik, tetapi juga berkat kepedulian warga. Korban awalnya memperoleh informasi mengenai seseorang yang terlihat berada di sekitar gudang penyimpanan. Tidak lama kemudian, pemilik usaha penggilingan padi menghubungi korban karena merasa curiga terhadap seseorang yang datang membawa enam karung padi untuk digiling.

Kecurigaan itu membawa korban bersama warga menuju lokasi penggilingan. Setelah diperiksa, padi tersebut dipastikan merupakan milik korban yang sebelumnya hilang dari gudang. Dari pengakuan salah seorang terduga pelaku, padi tersebut diambil tanpa izin dari gudang penyimpanan.

Kanit Reskrim Polsek Babulu AIPDA Isyulianto mengatakan penyelidikan tidak berhenti pada kasus tersebut. Penyidik kini mendalami kemungkinan keterkaitan para terduga pelaku dengan tiga laporan kehilangan pupuk milik petani lain yang terjadi di kawasan tidak berjauhan.

"Tidak menutup kemungkinan para pelaku juga terlibat dalam kasus pencurian lainnya mengingat terdapat beberapa laporan kehilangan pupuk di lokasi yang berdekatan. Semua akan kami buktikan melalui proses penyidikan yang profesional," katanya.

Temuan itu menjadi perhatian karena Babulu merupakan salah satu kawasan produksi pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara. Bagi petani, pupuk dan hasil panen merupakan aset utama yang menentukan keberlanjutan musim tanam. Ketika keduanya menjadi sasaran pencurian, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan satu orang, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas pertanian apabila terus berulang.

Pengungkapan kasus ini sekaligus menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Informasi yang diberikan warga dan pemilik penggilingan menjadi titik awal terbukanya kasus yang sebelumnya hanya berawal dari laporan kehilangan hasil panen.

Kapolsek Babulu mengimbau para petani meningkatkan kewaspadaan saat menyimpan hasil panen maupun sarana produksi pertanian. Polisi juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....