Usai Penggerebekan Kampung Narkoba, Pemkot Samarinda Perkuat Pencegahan
- 25 Mei 2026 15:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, angkat bicara terkait penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri serta pengungkapan kasus serupa di Gang Kedondong oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur.
Andi Harun menegaskan penindakan hukum terhadap jaringan peredaran narkotika merupakan kewenangan aparat penegak hukum. Pemerintah Kota Samarinda, kata dia, tidak akan mencampuri proses tersebut karena berada di luar kewenangan pemerintah daerah.
“Itu wilayah aparat penegak hukum. Kita tidak akan lintas pagar ya, karena lintas kewenangan. Wewenangnya aparat penegak hukum,” kata Andi Senin, 25 Mei 2026.
Meski demikian, Pemerintah Kota Samarinda disebut akan memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi di tingkat masyarakat. Upaya tersebut akan melibatkan lurah, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya narkoba.
“Di sisi kami, kami akan menggunakan pimpinan teritorial seperti lurah kemudian lembaga kemasyarakatan seperti LPM kemudian tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat sekitar untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi agar kita bisa meningkatkan kesadaran bahwa narkoba itu musuh dan ancaman generasi kita," ucapnya.
Andi Harun kembali menegaskan penegakan hukum terhadap jaringan narkotika sepenuhnya menjadi tugas aparat kepolisian. Pemerintah daerah, kata dia, akan fokus pada penguatan pencegahan di lingkungan masyarakat.
Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menggulung 13 tersangka dalam penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Sabtu 16 Mei 2026. Sebanyak 11 orang diduga bagian dari sindikat peredaran gelap narkoba, sedangkan dua lainnya merupakan pengguna.
Dari hasil penyelidikan, sindikat tersebut diketahui telah beroperasi selama sekitar empat tahun dengan omzet penjualan sabu mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta per hari. Jaringan itu juga disebut memiliki sistem pengamanan ketat dengan pengawas lapangan yang dikenal dengan istilah sniper.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....