Dishub Imbau Warga Waspadai Pencurian Kabel PJU
- 09 Jan 2026 19:36 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menyoroti maraknya pencurian kabel penerangan jalan, termasuk di Jembatan Achmad Amins, yang menyebabkan sejumlah lampu padam di beberapa titik. Kondisi ini mendorong Dishub mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.
Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, mengatakan pencurian kabel kerap terjadi berulang. Dalam beberapa kasus, aktivitas pelaku sebenarnya sempat dilihat warga, namun tidak disadari sebagai tindak pencurian karena pelaku mengenakan pakaian teknis sehingga tampak seperti petugas.
“Sering kali itu sebenarnya dilihat warga setiap hari, tapi karena pelaku pakai baju teknis, masyarakat tidak menyadari bahwa itu pencurian,” ujar Ayatullah, Kamis (8/1/2025).
Ia menjelaskan, pencurian kabel menjadi salah satu penyebab utama padamnya lampu jalan, meski unit lampu masih dalam kondisi baik. Dishub terus melakukan perbaikan agar penerangan kembali normal, meskipun harus dikerjakan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan.
Dishub Samarinda juga mengakui keterbatasan pengawasan di lapangan. Hingga kini, belum tersedia CCTV khusus untuk memantau jaringan kabel di sisi dan bawah struktur jembatan, sementara kamera yang ada hanya difungsikan untuk pemantauan arus lalu lintas.
“Kami tidak bisa mengawasi selama 24 jam. Karena itu, peran masyarakat sangat penting untuk membantu pengawasan,” katanya.
Ayatullah mengimbau warga segera melapor jika melihat orang membawa peralatan atau melakukan aktivitas mencurigakan di sekitar lampu dan jaringan kabel. Laporan dapat disampaikan melalui barcode pada tiang PJU yang terhubung dengan sistem pelaporan atau melalui WhatsApp pengaduan PJU di nomor 0821 5588 11270.
Setiap laporan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan. Jika kerusakan bersifat ringan dan suku cadang tersedia, perbaikan dapat segera dilakukan, namun jika disebabkan pencurian kabel, penanganan membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui perhitungan teknis dan anggaran.
Dishub Samarinda juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di Jembatan Achmad Amins, mengingat penerangan di sejumlah titik belum sepenuhnya normal.
“Penerangan jalan ini milik bersama. Kalau lampu terang, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya. Mari kita jaga bersama,” ujar Ayatullah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....