Perbedaan Mendasar antara Freediving dan Scuba Diving

  • 14 Jun 2026 12:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID , Samarinda - Bagi masyarakat awam, aktivitas menyelam di dalam air sering kali disamakan begitu saja. Istilah scuba diving dan freediving kerap tertukar dalam percakapan sehari-hari, padahal kedua cabang olahraga air ini memiliki filosofi, teknik, serta kebutuhan logistik yang sangat kontras satu sama lain.

Untuk memberikan edukasi yang meluruskan miskonsepsi tersebut, Ahmad Fauzi dari Samarendah Freediver mengatakan, perbedaan yang paling mencolok dan mendasar dari kedua aktivitas selam ini terletak pada ketergantungan terhadap teknologi eksternal penunjang hidup selama berada di bawah permukaan air.

Scuba diving sangat mengandalkan aspek teknikal dan peralatan mekanis yang kompleks agar penyelam bisa bertahan lama di kedalaman. Sebaliknya, freediving menuntut penyelam untuk mengoptimalkan kapasitas biologis asli yang dimiliki oleh tubuh manusia itu sendiri melalui mekanisme menahan napas yang terlatih.

"Untuk yang membedakan itu antara freediving dengan scuba diving adalah alat bantunya sebenarnya. Jadi, dengan scuba kita terbantu dengan alat bantunya itu berupa tabung, tabung oksigen untuk bernafas," ujar Fauzi, dikutip Minggu 14 Juni 2026.

Dalam penerapannya, penyelam bebas atau freediver hanya mengandalkan perlengkapan minimalis yang menempel pada tubuh.

"Sementara di freediving sendiri itu kita tanpa menggunakan alat bantu tabung tersebut. Jadi, hanya menggunakan masker, snorkel, dan fin, jadi seperti itu. Kalau untuk di freedriver sendiri jadi lebih bebas sih sebenarnya," ucapnya.

Perbedaan ini membawa implikasi mendalam pada pengalaman batin yang dirasakan oleh sang penyelam. Jika penyelam scuba disibukkan dengan pemantauan indikator tekanan udara pada alat mereka, seorang freediver justru dituntut untuk melakukan introspeksi tubuh secara intensif.

Dengan demikian, freediving bukan sekadar aktivitas rekreasi melihat pemandangan bawah air, melainkan sebuah disiplin ilmu yang melatih kontrol mental, penghematan energi, dan pemahaman mutlak terhadap batas kemampuan fisik diri sendiri tanpa intervensi teknologi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....