Mengantisipasi Bahaya Kehilangan Kesadaran di dalam Air saat Freediving

  • 14 Jun 2026 12:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID , Samarinda - Di balik keindahan dan kebebasan yang ditawarkan oleh olahraga freediving, tersimpan risiko keselamatan yang sangat tinggi jika prosedur tidak dijalankan secara disiplin. Menyelam dengan satu tarikan napas menuntut kepatuhan mutlak terhadap protokol keselamatan, di mana toleransi terhadap kesalahan adalah nol.

Samarendah Freediver menerapkan regulasi keselamatan yang sangat ketat dalam setiap agenda latihan mandiri maupun rekreasi. Aturan ini wajib dipahami dan dipraktikkan oleh seluruh anggota, baik yang masih berada di tingkat pemula (newbie) maupun yang sudah berada di tingkat mahir.

Satu prinsip penting dalam dunia selam bebas internasional dan diadopsi penuh oleh komunitas ini adalah larangan keras untuk melakukan penyelaman seorang diri. Keberadaan rekan menyelam (buddy) bukan sekadar teman mengobrol, melainkan jaminan hidup bagi penyelam yang sedang berada di dalam air.

Anggota Samarinda Freediver, Mohammad Rijal An Naiem, memaparkan filosofi keselamatan kelompoknya yang berpusat pada pengawasan melekat antardua penyelam.

"Dalam freediving ini kita punya kayak moto, 'never dive alone'. Jadi, kita tidak dianjurkan untuk dive sendiri. Kita selalu bersama minimal dua orang karena setidaknya saling memantau," ujar Naiem, dikutip Minggu 14 Juni 2026.

Pengawasan ini menjadi sangat krusial untuk mengantisipasi terjadinya kondisi medis darurat seperti kehilangan kesadaran mendadak di dalam air akibat kekurangan oksigen pada otak.

"Supaya tetap dive dengan safety, kita sharing tentang bagaimana cara me-rescue, bagaimana cara apabila teman kita sudah melampaui batas untuk mencegah hal-hal seperti blackout," katanya.

Menyambung penjelasan tersebut, anggota Samarinda Freediver lainnya, Ahmad Fauzi, menekankan peran pengawas keselamatan di permukaan air membutuhkan tingkat disiplin dan konsentrasi yang luar biasa tinggi tanpa kompromi. Pengawas dilarang keras ikut menyelam secara bersamaan dengan orang yang sedang dijaganya.

"Untuk standar keamanan sendiri, untuk ngejaga teman-teman yang sedang melakukan aktivitas freediving dan teman yang latihan di bawah, itu para buddy harus sangat disiplin ya. Tidak ada melakukan diving bareng bersama teman yang sedang ada di bawah," kata Fauzi.

Dengan disiplin pengawasan berkadar tinggi ini, risiko fatalitas akibat blackout dapat ditekan hingga batas minimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....