Kisah Rea, Paskibraka Samarinda untuk HUT RI ke-80

  • 04 Agt 2025 13:35 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan hanya soal prestise, melainkan juga proses panjang yang penuh kedisiplinan dan perjuangan. Hal itu diungkapkan Rea, salah satu peserta Paskibraka Kota Samarinda tahun 2025, yang kini sedang menjalani pemusatan pelatihan menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Siswi kelas dua SMA ini mengaku pelatihan yang dijalani bukan perkara mudah. Tantangan terberat, kata Rea, adalah menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima selama masa karantina. “Latihan dari pagi sampai sore setiap hari. Jadi kita harus benar-benar jaga kesehatan dan daya tahan tubuh,” ucapnya.

Rea bersama 41 peserta lainnya menjalani latihan fisik intensif seperti push up, sit up, lari, hingga latihan baris-berbaris. Selain pembinaan jasmani, mereka juga mengikuti materi kebangsaan dan kepemimpinan dari para narasumber, termasuk Wali Kota dan unsur Forkopimda. “Kadang kami digulung-gulung di lapangan, tapi itu jadi proses yang membentuk kita jadi lebih kuat dan tangguh,” katanya.

Dalam masa karantina penuh yang berlangsung hingga 18 Agustus mendatang, para peserta juga mendapatkan suplemen, vitamin, dan pengawasan kesehatan dari tim medis. Jadwal latihan yang padat diselingi waktu istirahat setelah salat Zuhur, sebelum kembali melanjutkan sesi latihan hingga sore hari.

Rea, salah satu Paskibraka Kota Samarinda untuk HUT RI Ke-80. (Foto: RRI Samarinda/Zulfikar)

Upacara pengibaran Sang Merah Putih yang akan mereka laksanakan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol semangat dan pengabdian generasi muda terhadap tanah air. Semangat Rea dan teman-temannya menjadi inspirasi bahwa masa depan bangsa berada di pundak pemuda yang disiplin, tangguh, dan berintegritas. (Zulfikar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....