Semangat Gotong Royong Hidupkan Rumah Singgah Pasien Kanker di Samarinda
- 02 Jun 2026 09:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama Rumah Singgah Kanker di Jalan Dr. Soewondo Samarinda dalam membantu pasien kanker menjalani pengobatan. Di tempat itu, relawan, komunitas hingga para donatur saling bahu membahu memenuhi kebutuhan pasien yang datang dari berbagai daerah.
Rumah singgah yang berada dekat RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) tersebut tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang pendampingan bagi pasien dan keluarga selama menjalani terapi kanker.
Sekretaris Yayasan Rumah Singgah, Aditya Lesmana mengatakan seluruh operasional rumah singgah berjalan secara mandiri melalui dukungan masyarakat. Mulai dari kebutuhan pangan, edukasi kesehatan hingga pendampingan pasien dilakukan dengan semangat kebersamaan.
“Kami banyak dibantu teman-teman komunitas, pribadi sampai instansi. Ada yang membantu tenaga, ada yang berbagi ilmu, ada juga yang membantu bahan makanan,” katanya kepada rri.co.id Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan berbagai kegiatan rutin digelar untuk membantu kondisi fisik maupun mental pasien kanker. Setiap akhir pekan, rumah singgah menghadirkan edukasi kesehatan, pemeriksaan gratis hingga pendampingan psikologis.
“Kadang ada psikolog, dokter onkologi, ahli nutrisi yang datang berbagi edukasi untuk pasien dan keluarga,” ujarnya.
Selain itu, kebutuhan dasar pasien seperti beras, telur hingga lauk pauk juga dipenuhi melalui bantuan para donatur. Menurut Aditya, solidaritas masyarakat menjadi alasan rumah singgah tetap bertahan sejak berdiri pada 2017.
Meski demikian, pihak yayasan mengakui operasional rumah singgah tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan biaya kontrakan dan kebutuhan pasien yang terus bertambah menjadi tantangan tersendiri. Namun dukungan masyarakat membuat pelayanan tetap berjalan.
“Pasti pernah merasa kekurangan, terutama saat bayar kontrakan. Tapi selalu ada jalan dan selalu ada orang-orang baik yang membantu,” ucapnya.
Saat ini rumah singgah menampung sekitar 15 pasien beserta pendamping. Sebagian besar berasal dari luar Samarinda dan menjalani pengobatan dalam waktu panjang.
Aditya berharap semakin banyak pihak ikut peduli terhadap keberadaan rumah singgah agar pasien kanker dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan tempat tinggal layak selama berobat di Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....