Pendampingan Jemput Bola Bantu UMKM Urus Sertifikasi Halal

  • 03 Okt 2026 10:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan pendampingan yang praktis dalam mengurus sertifikasi halal. Kesibukan memproduksi dan menjalankan usaha membuat sebagian pelaku UMKM membutuhkan layanan yang tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga mendatangi langsung tempat usaha.

Hal tersebut disampaikan Sudarman, Kerja Sama dan Humas Halal Center Universitas Mulawarman, dalam program Teras UMKM Pro 4 RRI Samarinda. Menurutnya, pendampingan kepada UMKM perlu dilakukan secara langsung agar proses sertifikasi dapat dipahami dan dijalankan dengan lebih mudah.

“Pelaku UMKM itu sibuk berproduksi, maka mereka butuh pendampingan yang sifatnya adalah jemput bola,” ujar Sudarman, dikutip 3 Oktober 2026. Ia mengatakan, Halal Center Unmul tidak hanya menggelar seminar atau workshop, tetapi juga mendatangi dapur atau tempat produksi UMKM untuk melihat langsung proses usahanya.

Dalam pendampingan tersebut, tim dapat membantu mengecek bahan baku satu per satu, membantu pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga mendampingi proses penginputan data melalui akun SIHALAL. Pendampingan dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama pemilik UMKM agar data dan proses yang dijalankan sesuai dengan kondisi usaha.

“Jadi kami sebenarnya tidak sekadar melakukan seminar-seminar, tapi kami dengan pendamping PPH atau Proses Produk Halal tadi akan datang ke dapur mereka,” katanya.

Sudarman menjelaskan, pendekatan literasi halal tidak dapat disamakan untuk seluruh UMKM. Setiap jenis usaha memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga pendamping yang diberikan juga perlu disesuaikan dengan bidang usahanya.

Ke depan, Halal Center Unmul mendorong adanya pemetaan UMKM di Kalimantan Timur untuk mengetahui jumlah usaha yang sudah maupun belum memiliki sertifikasi halal. Pemetaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masing-masing pelaku usaha.

Sudarman juga mengajak pelaku UMKM untuk tidak terlebih dahulu menganggap proses sertifikasi halal sebagai sesuatu yang rumit. Menurutnya, kekhawatiran sering muncul karena proses tersebut belum pernah dijalani secara langsung.

“Hidup jangan hanya dengan prasangka. Sertifikasi halal jangan hanya dibayangkan, tetapi harus diimplementasikan,” ujarnya.

Ia menggunakan konsep learn by doing atau belajar dengan melakukan. Pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam proses sertifikasi dapat datang ke Halal Center Universitas Mulawarman untuk mendapatkan pendampingan.

Melalui pendampingan langsung, edukasi di desa, serta kolaborasi berbagai pihak, Halal Center Unmul berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan Timur yang memahami dan menerapkan proses usaha yang halal dan thayyib.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....