Rahasia Sukses Rumini Bangun UMKM Bawang Goreng

  • 06 Agt 2026 16:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Berawal dari usaha kecil dengan menitipkan bawang goreng kepada pedagang sayur keliling, kini produk bawang goreng dan kacang bawang milik Rumini, pemilik Warung Putra, berhasil dikenal masyarakat hingga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar negeri. Kisah tersebut dibagikan Rumini dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Samarinda yang mengangkat tema "Kisah Sukses UMKM Bawang Goreng dan Kacang Bawang Khas Kalimantan".

Rumini menceritakan, usahanya dimulai sekitar sepuluh tahun lalu ketika melihat peluang di lingkungan tempat tinggalnya. Saat itu belum banyak pedagang yang menyediakan bawang goreng sebagai pelengkap masakan, sehingga ia memberanikan diri memproduksi satu kilogram bawang goreng untuk dititipkan kepada pedagang sayur keliling. Di luar dugaan, seluruh dagangan habis terjual hanya dalam sehari.

Melihat tingginya minat pembeli, produksi pun ditingkatkan secara bertahap dari satu kilogram menjadi dua kilogram hingga akhirnya terus berkembang. Pada masa itu, pemasaran masih dilakukan secara konvensional dengan sistem titip jual karena media sosial belum banyak digunakan. Seluruh proses produksi dikerjakan sendiri bersama sang suami, mulai dari mengupas, mengiris, hingga menggoreng bawang.

"Awalnya saya cuma coba-coba menitipkan bawang goreng ke tukang sayur. Besoknya habis, lalu saya bikin lagi satu kilogram. Lama-lama terus bertambah karena peminatnya banyak. Dari situlah saya mulai serius menekuni usaha ini," ujar Rumini.

Perkembangan usaha Rumini semakin terbantu setelah dirinya terdata sebagai pelaku UMKM oleh Dinas Koperasi. Melalui berbagai pelatihan, ia memperoleh pendampingan pengemasan produk, sertifikasi halal, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran. Bahkan baru-baru ini Rumini menerima bantuan peralatan produksi berupa mesin spinner, alat pengupas, dan alat perajang bawang yang mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil olahan.

Saat ini bawang goreng menjadi produk utama Warung Putra dengan kapasitas produksi sekitar lima kilogram setiap dua hari. Produk tersebut dipasarkan melalui sistem titip di sejumlah swalayan, pemesanan langsung melalui WhatsApp, serta dibantu promosi oleh anaknya melalui Facebook dan Instagram. Sementara itu, kacang bawang diproduksi sesuai permintaan, terutama meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menariknya, pelanggan Rumini tidak hanya berasal dari Samarinda. Produk bawang gorengnya telah dikirim ke Pulau Jawa untuk dipasarkan kembali oleh pelanggan. Bahkan, ada pelanggan yang rutin meminta keluarganya mengirimkan bawang goreng hingga ke Belanda karena menyukai cita rasa dan kualitas produk tersebut.

Di tengah kesibukan menjalankan usaha, Rumini tetap aktif sebagai kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, dan Jumantik. Ia mengaku seluruh aktivitas tersebut dapat dijalankan dengan disiplin membagi waktu. Setiap hari ia memulai aktivitas sejak pukul tiga dini hari untuk menyiapkan berbagai usahanya, termasuk produksi bawang goreng dan usaha kuliner lainnya.

Menurut Rumini, menjaga kualitas merupakan kunci agar pelanggan tetap setia. Ia selalu memilih bahan baku terbaik, memastikan bawang benar-benar kering sebelum digoreng, serta tidak menyimpan stok terlalu lama sehingga produk yang diterima konsumen selalu segar, renyah, dan tidak berminyak. Strategi tersebut membuat konsumennya tetap bertahan meski harga jual harus menyesuaikan kenaikan harga bahan baku.

"Kalau ingin usaha berkembang, yang penting harus ulet, jujur, tidak malu mempromosikan produk sendiri, dan terus menjaga kualitas. Saya ke mana-mana selalu membawa produk saya untuk dikenalkan kepada orang lain," kata Rumini.

Dari kisah perjuangan Rumini, tersirat bahwa keberhasilan UMKM tidak selalu diawali dengan modal besar, melainkan keberanian membaca peluang, ketekunan, serta konsistensi menjaga mutu produk. Warung Putra menjadi contoh bahwa produk sederhana seperti bawang goreng dan kacang bawang mampu memiliki nilai ekonomi tinggi, membuka peluang usaha keluarga, sekaligus mengangkat cita rasa khas Kalimantan ke pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....