PPU Jemput Bola Hadirkan Investasi Nasional lewat Promosi Potensi Daerah
- 28 Agt 2026 07:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membawa potensi daerah ke pasar nasional untuk membuka peluang investasi dan memperluas pemasaran produk lokal.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan daerahnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan mulai dari pertanian, pangan, perkebunan, perikanan, industri, energi hingga pariwisata.
Menurutnya, potensi tersebut membutuhkan promosi yang lebih agresif agar tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga menarik perhatian dunia usaha dan calon investor.
“Ini menjadi peluang bagi kita untuk memperkenalkan PPU di tingkat nasional,” kata Mudyat Noor di ajang APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis, 27 Agustus 2026.
Keikutsertaan PPU dalam pameran tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjemput peluang kerja sama. Pemerintah daerah tidak ingin pengembangan potensi hanya bergantung pada investor yang datang, tetapi juga perlu aktif menawarkan peluang yang tersedia.
“Kita harus jemput peluang. Pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu, tetapi harus aktif membangun jejaring dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak,” ucapnya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena investasi daerah tidak hanya berkaitan dengan masuknya modal. Ketika investasi terhubung dengan produk lokal, UMKM, pertanian, perikanan dan pariwisata, dampaknya diharapkan dapat masuk hingga ke masyarakat.
PPU memiliki posisi yang semakin strategis seiring berkembangnya kawasan Ibu Kota Nusantara. Kondisi tersebut membuka peluang bagi daerah untuk memperkuat sektor ekonomi yang mampu memasok kebutuhan kawasan sekaligus mengembangkan destinasi dan produk unggulan.
Di sektor pariwisata, pemerintah daerah mempromosikan sejumlah destinasi seperti Pantai Tanjung Jumlai, Pantai Corong, Pantai Sipakario dan Pulau Gusung. PPU juga memiliki wisata alam seperti Air Terjun Tembinus atau Niagara Tembinus, Goa Tapak Raja, Gunung Parung dan Penangkaran Rusa.
“Pariwisata PPU juga memiliki daya tarik yang sangat beragam. Kita punya wisata pantai, wisata alam dan petualangan yang bisa menjadi tujuan wisata bagi masyarakat dari berbagai daerah,” ujarnya.
Potensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan ekonomi daerah. Pariwisata yang berkembang dapat menciptakan permintaan terhadap jasa, transportasi, kuliner, kerajinan hingga produk UMKM masyarakat.
Sementara sektor pertanian, perkebunan dan perikanan memiliki peluang untuk diperkuat melalui peningkatan produksi dan pemasaran. Tantangannya bukan hanya menghasilkan komoditas, tetapi memastikan produk memiliki pasar dan nilai tambah yang lebih besar.
Karena itu, forum seperti APKASI Otonomi Expo dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan dunia usaha. Pertemuan tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama konkret, bukan berhenti pada promosi.
Mudyat Noor berharap promosi potensi PPU dapat membuka akses terhadap pasar, investasi dan kemitraan baru. Pemerintah daerah juga ingin produk masyarakat memperoleh kesempatan lebih luas untuk dikenal di luar daerah.
“Kami berharap promosi ini dapat membuka lebih banyak peluang investasi, kerja sama dan pemasaran produk daerah, sehingga pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat PPU,” katanya.
APKASI Otonomi Expo 2026 berlangsung 27–29 Agustus 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Ajang tersebut mempertemukan pemerintah kabupaten dengan pelaku usaha, investor dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah.
Bagi PPU, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengubah potensi menjadi peluang ekonomi. Kuncinya bukan hanya memperkenalkan apa yang dimiliki daerah, tetapi memastikan setiap peluang yang terbuka dapat kembali memberi manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....