Dari Kaos hingga Minyak Dayak Oleh-Oleh IKN Jadi Peluang UMKM Lokal
- 08 Sep 2026 09:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya mengubah wajah kawasan, tetapi juga membuka ruang baru bagi usaha masyarakat lokal untuk tumbuh.
Salah satunya terlihat dari keberadaan pelaku UMKM yang menjual produk khas Nusantara kepada pengunjung. Bagi mereka, meningkatnya kunjungan ke IKN menjadi peluang untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus menjaga perputaran ekonomi tetap dirasakan masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan pelaku UMKM Sepaku Clothing, Leni Marlena, kepada rri.co.id saat ditemui di kawasan IKN, Senin 7 Agustus 2026. Ia mengatakan produk yang dijual meliputi kaos, topi, tas, gantungan kunci, hingga minyak tradisional.
“Sepaku Clothing menjual oleh-oleh khas IKN seperti kaos, gantungan kunci, minyak Dayak, topi, tas dan lain-lain,” kata Leni.
Menurut Leni, produk yang paling banyak dicari pengunjung adalah kaos untuk oleh-oleh. Namun, pembelinya lebih banyak berasal dari luar kawasan Sepaku dibandingkan warga setempat.
“Alhamdulillah, kalau untuk warga sini agak kurang. Biasanya pengunjung dari luar atau dari jauh yang mencari, terutama kaos untuk oleh-oleh,” ujarnya.
Salah satu produk yang ditawarkan adalah kaos yang diproduksi sendiri melalui Sepaku Printing. Desain dibuat oleh tim mereka, sementara bahan kain diperoleh dari pabrik.
Selain pakaian, Sepaku Clothing juga menyediakan produk minyak tradisional. Leni menjelaskan minyak Dayak yang dijual biasa digunakan masyarakat sebagai minyak urut, sementara produk minyak berwarna kuning juga digunakan untuk kebutuhan seperti gatal-gatal dan gigitan serangga.
Untuk pemasaran, Sepaku Clothing memiliki toko utama di Sepaku 2, Sukaraja, Jalan Negara. Mereka juga membuka gerai di Gedung Kemenko 3 Tower 2 dan Rest Area, yang beroperasi setiap hari, sementara kehadiran pada lokasi lain mengikuti kegiatan atau event.
Bagi Leni, keberadaan pengunjung dari berbagai daerah memberikan peluang tersendiri. Produk yang dibawa pulang sebagai oleh-oleh secara tidak langsung membuat nama Sepaku dan IKN ikut dikenal di daerah asal pembeli.
Peluang tersebut menjadi semakin penting karena UMKM merupakan bagian dari penggerak ekonomi masyarakat. Badan Pusat Statistik menyebut industri mikro dan kecil memiliki peran besar dalam perekonomian karena menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja lokal.
Konteksnya di IKN juga cukup besar. Otorita IKN mencatat terdapat 4.767 UMKM di wilayah delineasi IKN yang tersebar di tujuh kecamatan. Data tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pendampingan, akses pembiayaan, dan kapasitas usaha masyarakat.
Otorita IKN sebelumnya juga menempatkan UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi Nusantara. Bahkan, rest area untuk pengunjung Titik Nol IKN disiapkan sebagai salah satu wadah pemasaran produk UMKM lokal, termasuk suvenir dan produk kreatif.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa UMKM lokal tidak sekadar menjadi pelengkap aktivitas wisata di IKN. Produk yang dibeli pengunjung dapat menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha sekaligus memperpanjang manfaat ekonomi pembangunan hingga ke masyarakat sekitar.
Kehadiran UMKM juga membuat pengalaman berkunjung ke IKN tidak berhenti pada melihat gedung dan kawasan pemerintahan. Pengunjung memiliki pilihan membawa pulang produk yang memiliki keterkaitan dengan Sepaku dan kawasan Nusantara.
Karena itu, tantangan berikutnya bukan hanya mendatangkan pembeli, tetapi memastikan produk lokal memiliki kualitas, desain, kemasan, dan pemasaran yang mampu bersaing. Otorita IKN sendiri telah mendorong penguatan kapasitas dan akses pasar UMKM agar pelaku usaha lokal dapat berkembang dan masuk dalam ekosistem ekonomi Nusantara.
Bagi Leni, peluang tersebut menjadi alasan untuk terus mengembangkan produk. Ia berharap semakin banyak pengunjung datang ke IKN dan mengenal produk buatan masyarakat Sepaku.
Dari sebuah kaos, gantungan kunci, hingga produk tradisional, terdapat cerita yang lebih besar tentang bagaimana masyarakat lokal mencoba mengambil bagian dari perubahan ekonomi yang sedang berlangsung di Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....