Bumbu Pecel Tsabira Tembus Pasar Digital hingga Luar Negeri
- 02 Sep 2026 16:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemanfaatan pemasaran digital membuka peluang bagi produk kuliner lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal tersebut dirasakan Pinkan Nazhwa Izza Tsabira, Owner Bumbu Pecel Tsabira, yang mengembangkan produk bumbu pecel dari usaha rumah makan keluarga hingga menjangkau konsumen di luar Kalimantan.
Pinkan menceritakan, awalnya keluarga melakukan perjalanan ke Jawa pada akhir 2022, kemudian mencoba menghadirkan pecel sebagai salah satu menu rumah makan. “Dari situ kita kepikiran bagaimana kalau kita masukkan pecel di menu rumah makan kita,” ujar Pinkan saat menjadi narasumber teras umkm pro 4, dikutip 2 September 2026.
Respons pelanggan ternyata cukup baik. Pecel menjadi salah satu menu yang banyak dipesan sehingga muncul gagasan untuk mengemas bumbunya sebagai produk yang dapat dipasarkan di luar rumah makan.
Namun, pada tahap awal, pemasaran masih mengandalkan penjualan secara offline. “Offline market ini sebenarnya membuat jangkauan pasar terbatas, jadi tahun 2025 kami coba memasuki pasar daring atau online,” kata Pinkan.
Pinkan juga mulai memanfaatkan kolaborasi dengan influencer untuk memperkenalkan produknya. Dari strategi tersebut, jangkauan pemasaran Bumbu Pecel Tsabira semakin luas dan pesanan mulai datang dari luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa.
Menurut Pinkan, salah satu hal yang membuatnya semakin yakin mengembangkan pemasaran digital adalah respons konsumen dari luar daerah. Ia menyebut, konsumen dari Pulau Jawa bahkan memberikan tanggapan bahwa rasa bumbu pecel yang diterima tetap sesuai dengan cita rasa pecel yang mereka kenal.
Menariknya, produk tersebut tidak hanya menjangkau konsumen di Indonesia. “Jadi bumbu pecel kami tuh pernah di bawa ke Makkah, dan alhamdulillah produk kami masih enak untuk di makan,”katanya.
Dari sisi daya tahan, Pinkan menjelaskan bumbu pecel dapat bertahan sekitar satu bulan dalam suhu ruang. Sementara jika disimpan dalam kondisi dingin atau chiller, daya simpannya dapat mencapai dua hingga tiga bulan.
Dalam proses produksi, Pinkan juga menekankan penggunaan bahan-bahan yang segar dan berkualitas. “Bagi kami, selagi kualitasnya terjamin, rasanya terjamin, yang pasti konsumen itu yang utama,” ucapnya.
Perjalanan Bumbu Pecel Tsabira menunjukkan bagaimana produk kuliner yang berangkat dari rumah makan keluarga dapat dikembangkan menjadi produk dengan jangkauan pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan pemasaran digital. Bagi Pinkan, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk membawa cita rasa tradisional semakin dikenal tanpa meninggalkan karakter yang menjadi identitas produknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....