Sarung Tenun Samarinda Tembus Pasar Global, Perkuat Identitas Wastra Nusantara
- 01 Apr 2026 18:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Produk sarung tenun khas Kampung Tenun Samarinda Seberang kian menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Tidak hanya diminati di dalam negeri, wastra tradisional ini bahkan telah dipromosikan hingga ke mancanegara, menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Indonesia di kancah global.
Salah satu pengrajin sekaligus owner Rumah Sarung Tenun, Fatmawati, mengungkapkan bahwa produknya telah mengikuti berbagai pameran, baik di kota-kota besar di Indonesia hingga ke luar negeri, seperti Yordania. Keikutsertaan tersebut difasilitasi oleh pemerintah dan didukung pembinaan dari Bank Indonesia.
“Kami sering ikut pameran di Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan sampai Yordania. Biasanya difasilitasi pemerintah karena biaya ke luar negeri cukup besar,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026 di Samarinda.
Menurutnya, promosi melalui pameran menjadi pintu masuk penting dalam memperkenalkan sarung tenun Samarinda sebagai produk wastra premium yang memiliki nilai budaya tinggi. Dampaknya, pasar pun mulai meluas hingga menarik minat pembeli dari luar negeri seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.
Tak hanya itu, wisatawan mancanegara juga tercatat pernah datang langsung ke Kampung Tenun untuk membeli sarung sebagai oleh-oleh maupun bahan pakaian. Hal ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya tarik kuat jika didukung promosi dan kualitas yang terjaga.
Fatmawati menyebut, penjualan sarung tenun bersifat fluktuatif karena dipengaruhi kondisi ekonomi, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan yang selama ini menjadi salah satu pasar utama. Namun, dalam kondisi ramai, transaksi dapat mencapai puluhan lembar dengan omzet hingga puluhan juta rupiah.
Selain pembeli umum, produk sarung tenun Samarinda juga diminati berbagai kalangan, termasuk tokoh nasional dan pejabat pemerintah. Hal ini semakin memperkuat posisi tenun sebagai produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi sekaligus budaya.
Ia menegaskan, menjadi pengrajin tenun tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi dan promosi. Edukasi kepada konsumen dinilai penting agar nilai produk dapat dipahami dan dihargai.
“Tidak cukup hanya bisa menenun, kita juga harus bisa menjelaskan produk agar pembeli tertarik. Semangat itu penting untuk mempertahankan usaha,” katanya.
Sebagai bagian dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Fatmawati juga berperan dalam menyeleksi produk tenun berkualitas premium untuk kebutuhan instansi pemerintah. Upaya ini menjadi bagian dari standarisasi kualitas agar produk yang dipasarkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ke depan, ia berharap sarung tenun Samarinda terus berkembang dan semakin dikenal luas sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....