Benang Doyo Khas Kaltim Disulap Jadi Tas Bernilai Tinggi
- 15 Jul 2026 08:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Ingin tampil modis tidak hanya selalu mengikuti tren terkini, tapi juga dapat menggunakan bahan-bahan alami yang dapat meningkatkan kesadaran kita akan budaya lokal yang tidak kalah jauh menarik. Begitulah upaya yang dilakukan pemilik Jo-E Craft, Novaritha.
Salah satu produk yang diperkenalkan olehnya adalah tas yang dibuat menggunakan benang doyo. “Benang doyo ini sebenarnya bukan benang, tapi semacam serat dari tumbuhan doyo itu sendiri yang sudah diproses,” ujarnya dikutip Selasa, 14 Juli 2026.
Benang doyo adalah serat benang alami yang berasal dari daun tanaman doyo (Curculigo latifolia), sejenis pandan yang tumbuh liar di pedalaman Kalimantan. Benang ini merupakan bahan baku utama pembuatan Ulap Doyo, kain tenun ikat tradisional wairsan Suku Benuaq di Kalimantan Timur.
Saat menghadiri obrolan Santai Siang edisi Pemberdayaan UMKM Lokal yang disiarkan di RRI Pro 2 Samarinda, ia menunjukkan tas yang memiliki warna natural, “Sebenarnya kita ada mewarnai bahannya pakai ulin. Ulin itu juga ciri khas dan kearifan lokal sendiri,” katanya.
Novaritha saat ini sedang melanjutkan pendidikan S2 untuk melakukan riset terhadap tumbuhan lokal khas Kalimantan, terutama Kalimantan Timur. “Tujuannya supaya dunia juga tahu bawa sumber daya alam hayati kita sebenarnya berpotensi,” ujarnya.
Sejauh ini, produk yang dibuat Jo-E Craft juga terstandarisasi seperti SNI (Standardisasi Nasional Indonesia). Ia memastikan bahwa di setiap proses produksi, mulai dari bagian pemolaan hingga proses penyulaman selalu ada quality control.
Sebagian besar produk yang dibuat oleh Jo-E Craft adalah 80% buatan tangan, “sebagian lainnya butuh proses lanjutan seperti tas ini yang dijahit pakai mesin,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....