Dari Batik hingga Amplang, Produk Kaltim Siap Tampil di Wastra Diaspora

  • 14 Jun 2026 22:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kalimantan Timur bersiap menampilkan kekayaan budaya dan produk kreatif unggulannya ke panggung dunia melalui program Wastra Diaspora 2026. Inisiatif yang digagas Dekranasda Kalimantan Timur itu tidak hanya menjadi ajang promosi wastra lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor bagi pelaku UMKM dan industri kreatif daerah.

Sebagai langkah awal, Dekranasda Kaltim menggelar audiensi dan pertemuan kolaboratif bersama Pandawi Wastra Borneo, Javabor Balikpapan, dan Aemtobe di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Wastra Diaspora yang dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional.

Kepala DPPKUKM Kaltim sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kaltim, Heny Purwaningsih, menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya Nusantara.

"Wastra Diaspora menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk kreatif daerah sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal hingga tingkat internasional," ujarnya seperti dilansir dari rilis Pemprov Kaltim pada Minggu 14 Juni 2026.

Berbagai agenda telah disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari fashion show yang menampilkan keindahan wastra khas Kalimantan Timur, expo dan bazar produk unggulan daerah, workshop desain produk fashion, hingga promosi kriya dan kerajinan yang ditujukan untuk memperluas penetrasi pasar global.

Tak hanya fokus pada pelaksanaan tahun 2026, kolaborasi ini juga dirancang berkelanjutan melalui penguatan kerja sama dengan komunitas diaspora Indonesia di Melbourne, Australia. Sinergi tersebut diharapkan menjadi jembatan promosi budaya sekaligus membuka peluang perdagangan produk unggulan Kalimantan Timur di pasar luar negeri.

Selain sektor fesyen dan kerajinan, peluang ekspor juga mulai dijajaki untuk berbagai produk unggulan daerah seperti ikan asin berkualitas, lulur tradisional, teh herbal khas Kalimantan, amplang, serta beragam produk pangan olahan lainnya.

Melalui kolaborasi antara komunitas kreatif, desainer, perajin, pelaku UMKM, hingga institusi budaya, Dekranasda Kaltim optimistis produk lokal mampu meningkatkan daya saing dan menembus pasar internasional.

Program Wastra Diaspora 2026 menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah sekaligus mengangkat identitas budaya Kalimantan Timur sebagai aset bernilai ekonomi tinggi di tingkat global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....