Standar Uji Lab untuk Produk Amplang Khas Kaltim

  • 09 Jul 2026 05:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sebagai salah satu produk unggulan dan komoditas kuliner paling populer di Kalimantan Timur, industri amplang ikan terus didorong untuk memenuhi standardisasi pengujian laboratorium. Langkah ini penting dilakukan guna memastikan produk yang beredar di pasaran aman dikonsumsi sekaligus memiliki ketahanan simpan yang optimal.

UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kaltim mengambil peran penting selaku unit teknis dalam menguji pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk makanan. Pengujian laboratorium ini menyasar parameter-parameter spesifik yang menentukan kerenyahan, kandungan gizi, hingga tingkat higienitas dari produk amplang tersebut.

Penguji Mutu Barang Ahli Madya UPTD BPSMB Disperindagkop dan UKM Kaltim, M. Nur Jamaluddin, menerangkan bahwa pengujian mutlak diperlukan untuk mengontrol kadar air dalam produk. Jika kadar air melebihi batas yang ditentukan, tekstur renyah khas amplang akan hilang dengan cepat dan mempercepat proses pembusukan produk akibat pertumbuhan mikroba.

"Contoh parameternya adalah bagaimana amplang itu kadar airnya harus di bawah 4%. Nah misalnya begitu, karena kalau di atas 4% otomatis satu ya dia tidak renyah, cepat mengalami penurunan ya karena kadar airnya terlalu tinggi," ujar Jamaluddin dikutip Rabu, 8 Juli 2026.

Selain memantau kadar air, laboratorium BPSMB juga menguji kandungan protein dan lemak di dalam amplang ikan. Standardisasi baku mutu mensyaratkan kandungan protein harus berada di atas angka 7 persen guna menjamin kualitas bahan baku ikan yang digunakan, sementara kandungan lemak dibatasi maksimal sebesar 35 persen demi menjaga aspek kesehatan konsumen.

"Kandungan proteinnya harus di atas 7% misalnya, karena di bawah 7% berarti pengisi yang lain bukan protein. Harapannya protein bisa di atas 7%. Contoh lagi adalah parameter untuk kadar lemaknya, kadar lemak itu harus di bawah 35% ketika di atas 35% maka ini akan tentunya merugikan konsumen," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....