Lonjakan Harga Kemasan Plastik Tekan Pelaku UMKM di Balikpapan

  • 25 Mei 2026 13:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Lonjakan harga bahan baku kemasan plastik hingga mencapai kisaran 40 persen, ditambah terbatasnya pasokan komoditas, kini tengah membebani biaya operasional para pedagang kecil di tengah dinamika pelemahan nilai tukar rupiah. Para pelaku usaha berharap adanya perhatian dan intervensi pemerintah untuk menjaga kestabilan harga.

Keluhan tersebut disuarakan oleh dua pelaku usaha mikro penjual bahan pokok dan telur yakni Riri dan Mawar. Menurut Riri, kenaikan harga bahan kemasan plastik sangat berdampak langsung pada modal usahanya. Ia mencontohkan harga plastik yang sebelumnya berkisar Rp13.000 kini melesat naik menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000.

Selain masalah kemasan, Riri menuturkan bahwa beberapa bahan baku impor seperti mi instan mengalami kelangkaan pasokan hingga kosong di pasaran selama tiga bulan terakhir.

Keterbatasan kapasitas kapal angkut pemasok juga membuat sejumlah bahan pangan lokal, seperti tomat dan cabai, mengalami lonjakan harga akibat tingginya permintaan. Dampak dari berbagai kenaikan ini berujung pada penurunan omzet pendapatannya hingga mencapai seperempat dari hari normal.

"Harapannya harganya stabil saja, kami juga kesulitan menjual ke pembeli jika harga barang terlalu mahal," ucap Riri saat ditemui pada Senin, 25 Mei 2026.

Situasi yang sama dirasakan oleh Mawar, seorang pedagang telur. Meski harga telur ayam terpantau cenderung stabil dan standar, Mawar sangat merasakan himpitan dari mahalnya biaya kemasan plastik yang meningkat hingga 40 persen. Kenaikan tersebut dirasa sangat memberatkan pedagang kecil sepertinya.

"Kami sangat berharap pemerintah memperhatikan nasib pedagang, terutama untuk menstabilkan harga plastik ini. Kami sangat membutuhkannya," kata Mawar berharap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....