Berawal dari Resep Ibu, Mahasiswi Samarinda Sukses Jualan Risol
- 22 Mei 2026 12:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah tren kuliner rumahan yang terus berkembang, seorang mahasiswi di Samarinda berhasil memanfaatkan peluang usaha melalui produk risol buatannya. Mery Maharani, kini menjalankan usaha “Risol Panas Mama Mey” bersama sang ibu dari rumah mereka di kawasan Ring Road Sempaja.
Meri mengatakan, usaha tersebut bermula saat dirinya mulai kuliah dan ingin memiliki penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau kuliah itu bukan cuma soal UKT, tapi juga ada biaya print, jajan dan kebutuhan lain, jadi saya kepikiran jualan risol karena mama saya memang sering bikin risol yang rasanya beda,” ujarnya saat menjadi narasumber Teras UMKM, dikutip Jumat 22 Mei 2026.
Nama “Risol Panas Mama Mey” sendiri diambil dari panggilan kecil Mery yang akrab dipanggil “Meme” oleh keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, nama tersebut dipilih agar pelanggan tidak hanya mengenal produknya, tetapi juga sosok yang mengelola usaha tersebut.
Dalam proses produksi, Mery dan ibunya membuat seluruh bagian risol secara mandiri mulai dari kulit hingga isian agar kualitas rasa tetap terjaga. “Kalau bikin sendiri kita bisa atur rasa dan kualitasnya, beda kalau beli kulit jadi yang kadang cepat robek,” katanya.
Saat ini, Risol Panas Mama Mey memiliki beberapa varian seperti ayam sayur, mayo, makaroni pedas hingga risol mihun, dengan harga Rp3.000 per biji. Mery menyebut varian makaroni pedas menjadi salah satu inovasi untuk menarik minat anak muda pecinta makanan pedas.
“Saya memang suka makanan pedas, jadi kepikiran bikin varian yang beda dan lebih menarik,” ucapnya.
Dalam satu kali produksi, ia mengaku mampu membuat sekitar 120 hingga 130 risol untuk satu varian dengan sistem penjualan preorder di kampus maupun penjualan langsung di rumah.
Selain menjaga rasa, dia juga memperhatikan kualitas bahan dan proses pengolahan agar risol dapat bertahan lebih lama. “Kalau sayurnya tidak dimasak dulu, risolnya enggak tahan lama, jadi proses pengolahannya memang harus benar,” ujarnya.
Meski masih menjalani kuliah, Meri berharap usahanya bisa terus berkembang dan dikenal lebih luas di Samarinda. Ia juga berpesan kepada anak muda agar tidak takut memulai usaha sejak dini.
“Jangan takut gagal, karena dari situ kita belajar dan bisa berkembang lagi,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....