Konsisten Jaga Kualitas, Sirsak Mami Optimistis Jadi Minuman Khas Kalimantan Timu

  • 09 Mei 2026 17:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, pelaku usaha kini dituntut tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital serta membangun usaha yang tertata secara administrasi.

Salah satu pelaku UMKM asal Tenggarong yang menjalani proses tersebut adalah Shatila Abbas, dengan brand Mami Loka dan produk andalannya Sirsak Mami. Dia mengaku usaha yang dijalankannya saat ini berawal dari pengalaman bisnis sebelumnya yang sempat berhenti, hingga akhirnya ia memutuskan kembali memulai usaha pada 2022 dan mulai aktif memasarkan produknya pada 2023.

Ia memilih buah sirsak sebagai bahan utama karena menurutnya belum banyak diolah menjadi minuman siap konsumsi dengan kualitas premium. “Sirsak ini buah yang unik dan cukup sulit diolah, justru dari situ saya tertantang untuk membuat produk yang berbeda,” katanya saat menjadi narasumber Teras UMKM Pro 4, Kamis, 7 April 2026.

Dalam proses produksi, ia memastikan seluruh bahan baku menggunakan buah sirsak asli, bukan perasa buatan. Produk Sirsak Mami dikemas dalam botol 250 mililiter dengan campuran susu, jelly, dan biji selasih, sehingga menghadirkan tekstur dan cita rasa yang khas.

Di awal merintis usaha, dia mengaku tantangan terbesar bukan soal modal, melainkan dukungan mental dan motivasi agar tetap bertahan. Ia memulai usahanya dari skala rumahan, bahkan pernah hanya membawa meja sederhana dan kotak pendingin saat pertama kali berjualan di Simpang Odah Etam.

Seiring berkembangnya usaha, ia mulai memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar produknya. “Sekarang media sosial itu jadi alat pemasaran utama, tapi kita juga harus pintar memilih influencer yang benar-benar punya pengaruh ke target pasar,” ujarnya.

Selain pemasaran digital, ia juga menilai legalitas usaha menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Produk Sirsak Mami kini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal yang menjadi nilai tambah di tengah persaingan usaha minuman.

Tak hanya fokus pada penjualan, Shatila juga terus belajar mengenai pengelolaan keuangan dan strategi bisnis melalui berbagai pelatihan UMKM. Ke depan, ia berharap Sirsak Mami bisa berkembang lebih luas dan menjadi salah satu minuman khas dari Kalimantan Timur.

“Harapan saya, orang yang datang ke sini bukan cuma cari oleh-oleh makanan, tapi juga ingat ada minuman khas yang bisa dibawa pulang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....