Inovasi Abon Ikan Haruan UMKM Samarinda Tembus Ekspor
- 13 Apr 2026 22:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Abon sebagai makanan khas tradisional Indonesia berbahan dasar daging suwir halus kini mengalami inovasi di tangan pelaku UMKM. Nur Asiah, pemilik Dapur Assilmy, berhasil mengembangkan produk abon dengan bahan yang lebih variatif dan bernilai jual tinggi.
Dalam Dialog UMKM Bicara, Senin 13 April 2026, Nur Asiah mengatakan usaha yang digelutinya berawal dari hobi memasak yang kemudian ditekuni secara serius sejak 2018.
Seiring berjalannya waktu, usahanya terus berkembang pesat. Produk abon yang awalnya berbahan daging sapi dan ayam kini berinovasi menggunakan bahan ikan, terutama ikan haruan dan tuna, dengan kualitas premium.
Dengan ide kreatif dan inovatif, ia menghadirkan berbagai varian abon yang diminati pasar. Dari sisi produksi, kualitas bahan baku menjadi prioritas utama.
“Ikan haruan harus segar, bahkan dalam kondisi hidup, serta diolah dengan standar higienis untuk menjaga rasa dan keamanan produk,” ujar Nur Asiah.
Selain abon, Dapur Assilmy juga memproduksi camilan lain seperti kentang mustofa dan aneka kue kering.
Dalam pemasaran, produk dipasarkan melalui toko ritel di Samarinda, sistem pre-order, serta platform digital seperti Instagram dan WhatsApp.
Produk tersebut telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan menembus pasar luar negeri, khususnya saat musim haji.
“Biasanya permintaan meningkat saat musim haji, terutama untuk produk abon,” katanya.
Usaha yang dibangun juga telah mengantongi sertifikat halal, sehingga menambah kepercayaan konsumen.
Sebagai produk olahan, abon memiliki berbagai keunggulan. Selain dapat digunakan sebagai lauk pendamping nasi, isian roti, taburan bubur, hingga pelengkap lemper, abon juga mudah dicerna karena melalui proses pengolahan dan pengeringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....