Bangkit dari Kegagalan, Ria Tampubolon Sukses Bangun Bisnis Rumah Kesiangan

  • 05 Jul 2026 15:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat menuntut pelaku usaha tidak hanya mampu menghadirkan makanan yang lezat, tetapi juga menjaga kualitas dan konsistensi cita rasa. Hal inilah yang menjadi pembahasan dalam program UMKM Bicara RRI Samarinda bersama Owner Rumah Kesiangan, Ria Tampubolon, yang membagikan kisah perjuangan sekaligus prinsipnya dalam membangun usaha kuliner rumahan.

Perjalanan Ria Tampubolon menuju dunia usaha kuliner terbilang tidak biasa. Sebelum dikenal sebagai pelaku UMKM, ia pernah berkarier sebagai penyiar radio di Samarinda pada era 1990-an. Setelah menikah, ia memilih fokus menjadi ibu rumah tangga. Namun saat pandemi COVID-19 melanda dan kondisi ekonomi keluarga ikut terdampak, ia memutuskan memulai usaha dari rumah dengan menjual aneka kue, minuman, hingga akhirnya berjualan ayam potong.

Usaha yang dirintis dari nol tersebut menjadi titik awal lahirnya Rumah Kesiangan. Berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, perubahan usaha, hingga mengalami kebangkrutan, pernah ia rasakan. Meski begitu, Ria tidak pernah menyerah. Dukungan keluarga, komunitas pelaku UMKM, dan pelanggan setia menjadi penyemangat untuk kembali bangkit hingga akhirnya membuka kembali Rumah Kesiangan dengan konsep yang lebih matang.

Bagi Ria, menjaga kualitas produk bukan sekadar strategi bisnis, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Ia selalu memastikan bahan baku yang digunakan tetap berkualitas dan proses pengolahan dilakukan secara higienis. Bahkan ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan, ia memilih mempertahankan standar rasa daripada mengurangi kualitas bumbu yang digunakan.

"Mau harga bahan berapa pun, bumbu tidak boleh dikurangi. Karena cita rasa itu nomor satu. Kalau rasanya berubah, pelanggan pasti tahu," ujar Ria Tampubolon.

Prinsip tersebut menjadi identitas Rumah Kesiangan. Menu andalannya seperti Rahang Tuna Bakar, Ayam Bakar Taliwang, dan Arsik Ikan Mas tetap diolah dengan racikan bumbu yang konsisten. Menurutnya, pelanggan datang bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tetapi juga untuk menikmati rasa yang sama setiap kali berkunjung.

Selain menjaga kualitas makanan, Ria juga menerapkan pengelolaan usaha secara bijak. Ia memahami bahwa fluktuasi harga bahan baku merupakan hal yang wajar dalam dunia usaha. Karena itu, ia tidak terburu-buru menaikkan harga jual saat harga bahan naik, melainkan mengatur komposisi menu agar keuntungan tetap dapat diperoleh tanpa mengorbankan kualitas makanan.

"Harga bahan memang kadang naik, tapi tidak selamanya. Kita jualan sepanjang tahun. Yang penting pelanggan tetap mendapatkan kualitas yang sama, karena kepercayaan mereka jauh lebih berharga," ucapnya.

Semangat pantang menyerah juga menjadi pelajaran penting dari perjalanan bisnis Ria. Berbagai musibah yang pernah dialami justru menjadi titik balik untuk terus berinovasi. Baginya, setiap kegagalan selalu membawa hikmah dan membuka jalan baru selama tetap bekerja keras, menjaga kejujuran, serta tidak berhenti belajar dari pengalaman.

Ria Tampubolon membuktikan, bahwa keberhasilan bisnis makanan rumahan tidak hanya ditentukan oleh modal besar atau lokasi strategis. Konsistensi menjaga kualitas, mempertahankan cita rasa, serta membangun kepercayaan pelanggan menjadi fondasi utama agar sebuah usaha mampu bertahan dan terus berkembang di tengah persaingan kuliner yang semakin kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....