Eka Brownies N Cake, Bukti Usaha Kecil Bisa Bertahan dengan Ketekunan
- 11 Apr 2026 14:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Usaha kuliner rumahan terus berkembang seiring kreativitas pelaku UMKM, salah satunya Eka Brownies N Cake di Tenggarong Seberang yang bertahan hingga satu dekade. Berawal dari kecintaan pada kue manis, usaha milik Eka Apriani ini kini dikenal dengan beragam varian brownies yang memiliki cita rasa khas.
Eka Apriani menjelaskan, usaha yang dirintis sejak 2016 itu berawal dari keinginan membuat kue sendiri agar lebih puas dan hemat. “Awalnya saya suka sekali kue manis terutama cokelat, jadi kepikiran bikin sendiri karena lebih puas dan bisa sesuai selera,” ujarnya.
Dalam prosesnya, Eka mengaku memulai dari nol dengan belajar secara otodidak hingga mencoba berbagai resep. Ia bahkan beberapa kali mengganti dan meracik ulang formula hingga menemukan rasa yang sesuai dengan karakter produknya.
“Awalnya ikut-ikut resep yang ada, tapi rasanya belum sesuai, jadi saya rombak sendiri sampai ketemu yang pas di lidah,” katanya.
Usaha ini dimulai dengan modal terbatas sekitar Rp100 ribu yang diputar kembali untuk produksi berikutnya. Dari hasil penjualan sederhana tersebut, Eka perlahan mengembangkan usaha hingga memiliki banyak varian produk.
“Modal awal hanya Rp100 ribu, dari situ diputar terus, keuntungan tidak langsung dipakai tapi dijadikan tambahan modal,” ucapnya.
Kini, Eka Brownies N Cake menghadirkan berbagai varian seperti brownies cokelat, ubi ungu, jagung hingga produk baru brownies cookies. Selain itu, tersedia pula kue kering seperti nastar dan kue kacang yang diminati saat momen tertentu.
Menurut Eka, ciri khas produknya terletak pada variasi rasa yang mengikuti permintaan pelanggan serta konsistensi kualitas bahan. Ia juga memastikan setiap resep untuk brownies kukus dan panggang dibuat berbeda demi menjaga tekstur dan cita rasa.
“Kalau di saya, brownies kukus dan panggang itu resepnya berbeda, karena hasil rasa dan teksturnya juga tidak sama,” ujarnya.
Dalam menjalankan usaha, tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga kepercayaan pelanggan dan ketersediaan bahan baku. Meski demikian, Eka tetap berkomitmen menggunakan bahan berkualitas meski harganya terus meningkat.
Untuk pemasaran, Eka memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram serta mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Strategi lain yang dilakukan adalah memberikan promo tertentu agar pelanggan tetap mengingat produknya.
Meski pernah berada di titik ingin menyerah, Eka memilih bertahan dan terus menjalani proses usahanya. Ia meyakini konsistensi dan ketekunan menjadi kunci utama dalam mengembangkan usaha kuliner.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....