UMKM Tenggarong Seberang: Dimsum Mentaiyoo Tawarkan Rasa Orisinal
- 11 Apr 2026 14:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – UMKM kuliner terus menunjukkan geliat positif melalui inovasi menu yang dekat dengan selera masyarakat, salah satunya Dimsum Mentaiyoo by Geol yang berkembang dari hobi memasak di rumah menjadi usaha menjanjikan. Usaha yang dirintis Deni Prastika di Tenggarong Seberang ini kini mampu menarik minat konsumen dengan cita rasa khas dan harga terjangkau.
Awalnya, usaha ini merupakan bagian dari kelompok usaha bersama “Geol” yang terdiri dari lima orang dengan berbagai produk seperti mochi, salad, hingga kue viral. Dari situ, Deni mencoba membuat dimsum yang ternyata mendapat respons positif hingga akhirnya memilih fokus mengembangkan menu tersebut.
Deni mengungkapkan nama “Mentaiyoo” berasal dari celotehan sang anak yang menyebut “mentai” dengan gaya unik hingga menjadi identitas brand. “Awalnya dari ucapan anak saya yang bilang ‘mentaiyoo’, terdengar lucu dan akhirnya kami pakai sebagai nama produk,” ujarnya saat menjadi narasumber program Teras UMKM Pro 4.
Dalam proses produksi, Deni mengandalkan racikan bumbu sendiri dengan bahan utama daging ayam bagian paha agar menghasilkan tekstur lembut dan juicy. Ia mengaku seluruh proses dilakukan mandiri sejak subuh hingga mampu memproduksi 8 sampai 10 kilogram adonan per hari dan menjual lebih dari 100 porsi saat permintaan tinggi.
Sementara itu, suami Deni, Ridwan Suryanto, menjadi pendukung utama dalam pengembangan usaha meski tetap bekerja di luar. “Awalnya hanya mendukung biasa saja, tapi setelah terlihat hasilnya, saya semakin semangat jadi support system,” kata Ridwan.
Dalam perjalanannya, tantangan terbesar yang dihadapi adalah pemasaran dan membangun kepercayaan pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner. Mereka mengandalkan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan berbagai varian menu.
Kini, Dimsum Mentaiyoo hadir dengan beragam pilihan rasa mulai dari original hingga saus mentai, carbonara, hot lava, dan tartar dengan harga mulai Rp20 ribu per porsi. Usaha ini juga telah membuka lapangan kerja bagi beberapa karyawan di bagian produksi dan outlet.
Meski sempat mengalami pasang surut, Deni dan Ridwan mengaku tetap bertahan dengan mengedepankan komunikasi dan saling mendukung dalam keluarga. Ke depan, mereka berharap usaha ini dapat terus berkembang dan menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk berani memulai dari hal kecil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....