Bangkit dari Keterbatasan, Rintis Usaha Raka Keripik hingga Tembus Pasar

  • 23 Apr 2026 08:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Usaha Raka Keripik milik Susi Sunarmi di Desa Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, menjadi contoh bagaimana keterbatasan justru bisa melahirkan peluang baru. Usaha yang dirintis sejak 2019 ini bermula dari kondisi kesehatan yang memaksanya berhenti dari pekerjaan sebelumnya.

Susi mengaku, sebelum berjualan keripik, ia dan suaminya menjalankan usaha kredit barang elektronik. Namun, setelah menjalani operasi usus buntu, ia tidak lagi mampu menjalankan pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik.

Dari situ, ia mulai mencari alternatif usaha yang lebih ringan. Pengalamannya selama bertahun-tahun menjangkau wilayah distribusi justru menjadi modal penting dalam membaca peluang.

Awalnya, Raka Keripik hanya memproduksi keripik singkong dan pisang. Namun, perjalanan usaha tidak langsung mulus. Tantangan terbesar datang dari ketersediaan bahan baku berkualitas.

“Kendalanya di awal itu bahan baku, terutama singkong. Kadang di pasar kualitasnya kurang bagus,” kata Susi Sunarmi, saat menjadi narasumber Teras UMKM Pro 4, dikutip Kamis 23 April 2026.

Setelah melalui proses pencarian, Susi akhirnya menemukan pemasok tetap yang mampu menjaga kualitas bahan. Hal ini menjadi titik penting dalam menjaga konsistensi produknya.

Respon pasar yang positif mendorong Susi untuk terus berinovasi. Dalam waktu sekitar satu tahun, ia mulai menambah varian produk seperti keripik ubi, tempe, hingga bayam.

Dalam menjaga kualitas, Susi memiliki prinsip yang kuat untuk tidak mengurangi bahan meski harga sedang naik. “Walaupun bahan mahal, saya tetap pakai yang bagus. Takaran juga tidak saya kurangi, supaya rasa tetap sama,” ucapnya.

Untuk pemasaran, Susi mengandalkan sistem titip jual di toko-toko. Ia menyadari bahwa proses ini tidak mudah dan sering menghadapi penolakan.

Pendekatan personal menjadi kunci keberhasilannya, termasuk memberikan bonus kepada pemilik toko agar lebih percaya dengan produknya.

Kini, setelah hampir enam tahun berjalan, usahanya terus berkembang bahkan mulai masuk ke kawasan rest area IKN. “Harapan saya, usaha ini bisa terus bertahan dan ke depannya bisa lebih maju lagi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....