Dimsum dan Peluang UMKM Lokal: Kisah Usaha Kuliner yang Berkembang di Samarinda
- 09 Apr 2026 14:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dimsum menjadi salah satu makanan yang cukup populer di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Hidangan tradisional asal Tiongkok, khususnya wilayah Kanton ini, dikenal sebagai kudapan kecil yang umumnya disajikan sebagai teman minum teh atau yam cha. Secara harfiah, dimsum berarti “menyentuh hati”, yang mencerminkan pengalaman kuliner yang hangat dan sederhana.
Popularitas dimsum di Indonesia turut membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Salah satunya adalah usaha dimsum yang dirintis oleh pasangan suami istri, Akmal Fauzan Setyawan dan istrinya, di Samarinda.
Usaha tersebut mulai dibangun pada tahun 2024 dengan sumber daya yang terbatas, yakni hanya dikelola oleh dua orang. Meski demikian, pendekatan berbasis keahlian menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangannya. Keduanya memiliki latar belakang pendidikan di bidang Teknologi Pertanian, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan produk dimsum dengan resep mandiri.
Dalam sebuah dialog bersama RRI bertema pemberdayaan UMKM lokal, Akmal menyampaikan latar belakang keilmuan tersebut membantu mereka dalam menjaga kualitas produk sekaligus melakukan inovasi.
"Saya dan istri memiliki background yang sama, yaitu dari jurusan Teknologi Pertanian, jadi kami mencoba untuk membuat dimsum versi kita,” ucapnya, dikutip Kamis 9 April 2026.
Hal ini menunjukkan antara pendidikan dan praktik usaha dapat menjadi nilai tambah bagi UMKM.
Dari sisi produk, usaha ini mengembangkan berbagai varian dimsum yang disesuaikan dengan selera pasar, seperti dimsum goreng keju, dimsum mentai, dan gyoza. Variasi menu menjadi salah satu strategi UMKM dalam meningkatkan daya tarik sekaligus mempertahankan pelanggan.
Selain itu, penerapan konsep produksi rumahan (handmade) juga menjadi bagian dari identitas usaha. Produk dibuat dengan racikan sendiri, yang mencerminkan karakter dan diferensiasi di tengah persaingan pasar kuliner.
Tidak hanya menyediakan makanan siap santap, pelaku usaha ini juga menawarkan produk beku (frozen food), sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan konsumen yang menginginkan kepraktisan.
Fenomena ini menggambarkan bagaimana UMKM kuliner mampu beradaptasi dengan tren pasar sekaligus memanfaatkan inovasi produk. Dengan pengelolaan yang konsisten dan strategi yang tepat, usaha kecil seperti ini memiliki potensi untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....