Bantuan BI Dongkrak Produksi Ketupat, UMKM Samarinda Tembus Pasar Luar Daerah
- 06 Apr 2026 17:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dukungan permodalan dan pendampingan dari Bank Indonesia mulai menunjukkan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro di Kampung Ketupat Samarinda. Produksi ketupat yang sebelumnya terbatas kini meningkat signifikan, bahkan mampu menembus pasar luar daerah.
Ketua Pokdarwis Kampung Ketupat Samarinda, Abdul Aziz, mengatakan bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dana, tetapi juga penguatan kapasitas usaha bagi para pengrajin.
“Alhamdulillah, kami merasakan langsung bantuan untuk UMKM, khususnya pengrajin skala mikro. Itu sangat membantu meningkatkan usaha masyarakat,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.
Ia menjelaskan, sebelum adanya intervensi tersebut, produksi pengrajin relatif terbatas dan belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar. Namun setelah mendapatkan dukungan modal dan pelatihan, kapasitas produksi meningkat hingga tiga kali lipat.
“Dulu sehari sekitar 1.000 ketupat, sekarang bisa mencapai 3.000 biji. Bahkan sudah dikirim ke Tenggarong, Bontang, Sangatta, Balikpapan hingga Mahakam Ulu,” katanya.
Peningkatan produksi ini tidak hanya berdampak pada pendapatan pengrajin, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Ketupat yang sebelumnya hanya dipasarkan secara lokal kini mulai dikenal di berbagai daerah di Kalimantan Timur, menunjukkan potensi besar pengembangan produk berbasis kearifan lokal.
Selain permodalan, dukungan lain yang diberikan adalah pembangunan fasilitas penunjang kawasan wisata, seperti gazebo di area Kampung Ketupat. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat pengunjung, tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
Menurut Abdul Aziz, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara bantuan finansial, pelatihan manajemen usaha, dan pengembangan infrastruktur.
“Bukan hanya dibantu dana, tapi juga dilatih agar pengelolaannya maksimal. Ditambah fasilitas, kawasan jadi lebih hidup dan menarik,” ucapnya.
Saat ini, sekitar 88 pengrajin aktif di Kampung Ketupat menjadi penggerak ekonomi lokal. Mereka tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, menyebut pihaknya terus mendorong pengembangan potensi lokal sebagai alternatif penguatan ekonomi daerah.
“Kami melihat potensi di setiap daerah, salah satunya pariwisata berbasis desa, agar tidak terlalu bergantung pada sektor sumber daya alam,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang memperluas peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada stabilitas moneter, BI juga mendorong penguatan sektor riil melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi lokal.
Ke depan, pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM Kampung Ketupat, sekaligus menjadikan kawasan ini sebagai contoh sukses integrasi antara pelestarian budaya, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....