Produksi Mandiri Jaga Mutu Bumbu KingCity

  • 10 Feb 2026 04:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ditengah maraknya bumbu instan pabrikan, bumbu masak lokal berbasis produksi rumahan tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Selain menawarkan cita rasa khas daerah, bumbu racikan mandiri dinilai lebih terjaga dari sisi kualitas bahan, proses pengolahan, hingga keamanan konsumsi.

Hal tersebut tergambar dari perjalanan KingCity (Aneka Bumbu Masak), usaha milik Ida Nahriah, yang hingga kini masih memproduksi seluruh bumbunya secara mandiri. Dalam dialog Teras UMKM Pro 4 RRI Samarinda, Ida mengungkapkan bahwa seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga pengemasan frozen, dikerjakan sendiri tanpa bantuan karyawan.

“Semua diproduksi dan dipacking oleh saya sendiri. Biasanya saya produksi di sela libur kerja, Sabtu atau Minggu. Kalau stok kurang dan pesanan banyak, malam hari pun tetap saya kerjakan,” ujar Ida. Menurutnya, satu kali produksi membutuhkan waktu cukup panjang, karena bumbu harus didinginkan sekitar enam jam sebelum divakum dan dikemas.

Ida menjelaskan, menjaga kualitas rasa menjadi alasan utama mengapa proses produksi tidak diserahkan kepada orang lain. “Racikan bumbu itu harus dari tangan aslinya. Sedikit saja beda takaran, rasanya sudah berubah. Saya sudah hafal SOP setiap bumbu, dari Soto Banjar, bistik, sampai rawon,” katanya.

Selain takaran, pemilihan bahan baku juga menjadi perhatian serius. Ida menuturkan bahwa bawang merah, bawang putih, dan rempah harus memenuhi standar tertentu. “Bawang merah tidak bisa asal. Harus kering dan kualitasnya bagus. Jahe juga tidak boleh kering karena minyak atsirinya berkurang. Kualitas itu yang paling penting,” jelasnya.

Tantangan lain datang dari fluktuasi harga bahan baku, terutama menjelang Ramadan dan hari besar. Meski harga bawang sempat melonjak hingga Rp70.000 per kilogram, Ida memilih tidak menaikkan harga jual. “Keuntungannya memang tipis, tapi harga ke konsumen tetap. Rezeki enggak ke mana,” ujarnya.

Dengan konsistensi menjaga mutu dan rasa, KingCity terus diminati pelanggan. Bahkan, beberapa varian seperti Soto Banjar diproduksi hingga tiga sampai empat kali dalam sebulan karena tingginya permintaan. Ida berharap bumbu KingCity dapat terus menjadi solusi memasak praktis bagi masyarakat, sekaligus memberi semangat bagi UMKM lain untuk bertahan dan berkembang tanpa meninggalkan kualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....