Dekranasda Berau Promosikan Kriya Lokal di Inacraft

  • 06 Feb 2026 10:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta- Dewan Kerajinan Tangan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau mengikuti Inacraft 2026, pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang digelar di Jakarta International Convention Center. Kegiatan berlangsung selama lima hari dan dibuka resmi Rabu 4 Februari 2026.

Pembukaan pameran dilakukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Silvi Ananda Gibran, bersama Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya. Ajang tersebut diikuti pengrajin dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dekranasda Berau menampilkan beragam produk unggulan kriya daerah. Pengrajin lokal juga terlibat langsung melakukan atraksi pembuatan kerajinan untuk memperkenalkan proses produksi kepada pengunjung.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan Inacraft menjadi ajang penting bagi perkembangan kriya Indonesia selama lebih dari dua dekade. Konsistensi penyelenggaraan dinilai memperkuat posisi kriya nasional di pasar global.

Ia mengapresiasi peran Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia yang menjaga kualitas dan reputasi pameran sejak 1999. Hal tersebut berkontribusi dalam memperluas promosi produk kerajinan Indonesia ke pasar internasional.

Menurutnya, tema yang mengangkat peran perempuan menjadi refleksi kontribusi nyata dalam sektor kriya nasional. Perempuan dinilai berperan dalam memperkuat ekonomi keluarga, menggerakkan ekonomi daerah, serta menghasilkan produk inovatif dan berkelanjutan.

“Tema ini mencerminkan kontribusi perempuan dalam kriya nasional, mulai dari penguatan ekonomi keluarga hingga mendorong inovasi produk yang berkelanjutan,” kata Teuku Riefky.

Dari sisi ekonomi, lanjutnya, kriya merupakan subsektor strategis dalam ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data BPS periode Januari–November 2025, ekspor ekonomi kreatif didominasi fesyen senilai USD 16,37 miliar, disusul kriya sebesar USD 12,03 miliar.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, menyebut partisipasi pada Inacraft dimanfaatkan sebagai ruang promosi kekayaan kriya daerah. Beragam produk ditampilkan mulai dari kerajinan kayu hingga wastra khas Berau.

Ia menilai tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” sejalan dengan kondisi daerah. Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kriya tradisional.

Dekranasda Berau juga menghadirkan dua pengrajin perempuan sebagai bagian dari pameran. Yustina Dau, pengrajin Dayak, menampilkan pakaian tradisional berbahan kulit pohon, sementara Tina menghadirkan lukisan bermotif khas Berau pada tas, baju, topi, dan syal.

“Kami berharap keikutsertaan dalam Inacraft 2026 dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Akses pasar yang lebih luas menjadi kunci agar kriya lokal mampu bersaing berkelanjutan,” ujar Edy.

Keikutsertaan pengrajin secara langsung diharapkan memperkuat nilai cerita di balik setiap produk yang dipamerkan. Promosi ini juga diharapkan membuka peluang pasar nasional dan internasional bagi pelaku kriya Berau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....