Strategi Komunikasi dan Branding untuk UMKM

  • 05 Feb 2026 09:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Transformasi ekonomi yang terjadi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menuntut kesiapan dari sisi produksi dan manajemen usaha, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan membangun citra usaha. UMKM dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pola konsumsi, persaingan yang semakin terbuka, serta perkembangan media digital.

Dari sisi komunikasi dan persepsi publik, kehadiran IKN dinilai membuka peluang besar bagi UMKM Kaltim untuk dikenal lebih luas, tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional. Hal tersebut disampaikan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman, Ziya Ibrizah, dalam dialog Teras UMKM.

Ziya menekankan pentingnya strategi komunikasi dan branding yang tepat bagi UMKM di era persaingan terbuka. Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang masih bersikap reaktif dan cenderung mengikuti tren tanpa perencanaan matang. Padahal, keberhasilan UMKM sangat ditentukan oleh kemampuan membaca segmentasi pasar, merancang pesan komunikasi yang efektif, serta membangun citra merek yang konsisten.

Ia juga menyoroti kesalahan umum UMKM dalam memanfaatkan media sosial, seperti penggunaan konten seragam lintas produk, penurunan harga tanpa perhitungan matang, hingga upaya instan menaikkan popularitas dengan cara tidak organik. Ziya menegaskan, komunikasi yang baik harus berbasis riset dan disesuaikan dengan karakter produk serta target pasar.

“Branding bukan sekadar tampilan visual, tetapi bagaimana UMKM menyampaikan nilai produknya kepada publik. Produk yang sama bisa memiliki nilai berbeda jika dikemas dengan strategi komunikasi yang tepat,” katanya.

Ziya melihat sebagian besar UMKM Kaltim saat ini sudah menunjukkan sikap proaktif dan adaptif. Banyak pelaku usaha yang aktif mencari pelatihan, membangun jejaring, serta memanfaatkan marketplace dan media digital. Menurutnya, dengan pendampingan yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, UMKM Kaltim memiliki modal kuat untuk tumbuh dan berkelanjutan di era IKN.

Ia berharap agar pelaku UMKM terus membuka diri terhadap perubahan, memperkuat kapasitas diri, dan menjaga identitas lokal sebagai kekuatan utama dalam menghadapi persaingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....