IKN sebagai Peluang dan Tantangan UMKM Kaltim

  • 05 Feb 2026 09:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan pembangunan nasional terus menghadirkan dinamika baru bagi perekonomian daerah. Salah satu perubahan besar yang tengah dirasakan masyarakat Kalimantan Timur adalah kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran pusat pemerintahan baru ini membawa berbagai peluang ekonomi, sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai sebagai peluang besar bagi pertumbuhan UMKM lokal. Hal ini disampaikan Dosen Prodi Administrasi Bisnis Universitas Mulawarman, Rosyid Nurrohman, dalam program Teras UMKM di Pro 4 RRI Samarinda. Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat ke wilayah Kalimantan Timur, khususnya kawasan sekitar IKN, membuka segmentasi pasar baru yang potensial bagi pelaku usaha lokal.

Rosyid menjelaskan, dalam setiap peluang selalu terdapat tantangan. UMKM Kaltim dituntut untuk lebih siap dan adaptif menghadapi persaingan dengan pelaku usaha dari luar daerah. Kesiapan tersebut tidak hanya soal produk, tetapi juga mencakup manajemen usaha, kualitas produksi, serta kemampuan membangun jejaring rantai pasok dan kolaborasi.

Ia menyoroti masih adanya pekerjaan rumah bagi UMKM Kaltim, terutama dalam aspek legalitas usaha, literasi keuangan, konsistensi kualitas produk, hingga sertifikasi seperti NIB dan halal. Meski demikian, Rosyid mengapresiasi berbagai upaya pendampingan yang telah dilakukan oleh pemerintah, perbankan, perusahaan melalui program CSR, hingga kalangan akademisi.

“UMKM Kaltim saat ini mungkin belum sepenuhnya kompetitif, tetapi sudah berada pada jalur yang tepat. Mereka bertahan, mau belajar, dan mulai beradaptasi dengan digitalisasi. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM Kaltim memiliki peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Rosyid menegaskan kunci agar UMKM tidak tersingkir di era IKN adalah konsistensi, kolaborasi, serta kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, UMKM yang tekun dan mau berproses akan mampu bertumbuh bersama perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....