Perguruan Tinggi dan Halal Center Dorong Inovasi Pangan Lokal Kaltim

  • 02 Sep 2026 16:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan sumber daya pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah, aman dan memenuhi prinsip halal. Melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga pendampingan, perguruan tinggi dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan produk pangan berbasis potensi daerah.

Hal tersebut disampaikan Panggulu A. Ramadhani, dari Bidang Penelitian dan Pengkajian Puslit Halal Center Universitas Mulawarman. Ia menjelaskan, peran perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memastikan pengetahuan tersebut dapat diterapkan untuk menjawab persoalan yang ada di masyarakat.

Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. “Penelitian atau risetnya itu sebenarnya diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Jadi, aplikatif, bukan hanya terbatas di publikasi karya saja,” ujar Panggulu saat menjadi narasumber Program Teras UMKM Pro 4, dikutip 2 September 2026.

Ia menyebut perguruan tinggi dapat membantu melakukan pemetaan bahan pangan lokal, karakterisasi bahan, formulasi, optimasi proses, pengujian mutu hingga pengujian umur simpan. Khusus melalui pusat penelitian yang bergerak di bidang sains dan kebijakan halal, pendampingan terkait pemenuhan prinsip halal juga dapat dilakukan.

Selain perguruan tinggi, mahasiswa juga dinilai memiliki ruang besar untuk terlibat dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun pengembangan produk kewirausahaan. “Keberhasilan dari riset itu adalah ketika pengetahuan itu ditransformasi menjadi inovasi yang digunakan masyarakat,” ucapnya.

Panggulu juga mengajak generasi muda untuk tidak menganggap teknologi pangan sebagai bidang yang kuno. Perkembangan teknologi saat ini justru membuka banyak peluang baru dalam industri pangan.

“Jangan memandang pertanian atau khususnya teknologi pangan itu sebagai hal yang kuno. Sekarang pangan itu sudah berhadapan dengan bioteknologi, artificial intelligence, smart processing, smart packaging, digital marketing, bahkan sekarang sudah bergerak ke halal industri,” ucapnya.

Menurut Panggulu, kondisi tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier sebagai food technologist, peneliti, entrepreneur, product developer, hingga bekerja di bidang quality assurance dan quality control.

Sementara bagi pelaku UMKM, Panggulu mendorong perubahan cara pandang terhadap sumber daya pangan lokal. Bahan seperti pisang, ikan dan berbagai buah tropis khas Kalimantan Timur dinilai tidak seharusnya hanya dipandang sebagai hasil panen yang kemudian langsung dijual.

“Jangan melihat pisang itu sebagai pisang. Jangan melihat ikan itu sebagai ikan segar yang hanya dipanen kemudian langsung dijual,” ujarnya. Menurutnya, setiap bahan pangan lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku UMKM dan masyarakat dapat terus diperkuat agar sumber daya lokal Kaltim tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. “Mari kita olah pengetahuan dan sumber daya lokal ini menjadi produk yang halal dan memiliki nilai yang tinggi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....