Pempek Palembang Hadir dengan Konsep Bento di Samarinda

  • 19 Jan 2026 13:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Aroma gurih yang menguar dari adonan ikan segera membawa ingatan pada Palembang, kota asal pempek yang melegenda. Di Samarinda, kuliner khas Nusantara ini kian menemukan tempatnya, terutama di tengah masyarakat yang gemar menjelajah rasa. Di antara deretan pempek yang bermunculan, satu nama mulai mencuri perhatian: Pempek Mamimo.

Usaha ini lahir dari tangan Amadea Theresia, atau Dea, seorang perempuan muda yang menjadikan dapur sebagai ruang kreativitas. Baginya, pempek bukan sekadar makanan, tetapi cerita tentang ketelitian memilih bahan dan keberanian menghadirkan inovasi. Ia memulai usaha Pempek dengan tujuan sederhana: menyajikan pempek berkualitas dengan rasa yang jujur.

Kualitas itu dimulai dari bahan utama. Dea memilih ikan tenggiri segar yang dibeli langsung dari nelayan. Ia percaya, rasa pempek yang otentik hanya bisa diperoleh dari bahan terbaik. Tekstur kenyal dan aroma khas menjadi ciri yang ingin ia pertahankan dalam setiap sajian.

Pempek Mamimo menawarkan beragam varian yang akrab di lidah pecinta pempek. Lenjer dengan tekstur lembut, adaan yang gurih dan renyah setelah digoreng, hingga pempek kulit dengan aroma kuat menjadi pilihan favorit pelanggan. Setiap jenis diracik dengan resep yang konsisten, menjaga cita rasa khas Palembang.

Menyesuaikan kebutuhan pelanggan modern, seluruh produk juga tersedia dalam bentuk beku. Dengan kemasan praktis dan proses memasak yang sederhana, pempek dapat dinikmati kapan saja. Pilihan ini menjadikan Pempeknya dekat dengan pelanggan yang memiliki aktivitas padat, tanpa harus mengorbankan rasa.

Namun, yang membuat Pempek ini benar-benar berbeda adalah keberanian Dea berkreasi. Terinspirasi dari tren Bento Cake asal Korea, ia melahirkan Pempek Bento, susunan aneka pempek dalam kotak bento yang tampil estetik dan modern. “Kalau di Korea kan ada namanya Bento Cake, nah jadi buat kreasi baru khas Nusantara dengan isinya pempek, namanya Pempek Bento. Biasanya buat birthday (ulang tahun),” ujar Dea, dikutip Senin, 19 Januari 2026.

Kreasi ini cepat mendapat sambutan, terutama dari kalangan anak muda. Pempek tak lagi sekadar makanan, tetapi juga hadiah dan bentuk perayaan. Lewat Pempek Bento, Dea ingin memperkenalkan kembali kuliner tradisional dengan wajah yang lebih segar dan relevan.

Ke depan, ia berencana memperluas menu dengan menghadirkan otak-otak dan tekwan. Bagi Dea, inovasi adalah cara menjaga tradisi tetap hidup. Melalui Pempek Mamimo, ia berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat Samarinda, menghadirkan rasa Palembang yang akrab, namun selalu terasa baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....