Serbuk Jahe Merah Jadi Peluang UMKM Kesehatan
- 25 Des 2025 08:20 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga mendorong meningkatnya minat terhadap produk herbal tradisional. Salah satunya adalah serbuk jahe merah, minuman kesehatan berbahan rimpang lokal yang kini semakin diminati karena dinilai praktis dan kaya manfaat bagi tubuh.
Di Samarinda, serbuk jahe merah diproduksi oleh Muhammad Haris, seorang paramedis yang mengembangkan usaha mikro berbasis jamu tradisional di tengah kesibukannya di dunia kesehatan. Berbekal ketertarikan pada pengobatan alami dan pencarian ilmu secara mandiri, Haris mulai merintis UMKM jahe merah yang kini dikenal dengan merek JM Azkiah.
Kepada Pro 1 RRI Samarinda dalam program Mozaik Indonesia, Senin (22/12/2025), Haris mengaku ketertarikannya pada jahe merah berawal dari keinginannya mempraktikkan ramuan sehat untuk diri sendiri. Latar belakangnya sebagai paramedis membuat ia memahami potensi jahe merah sebagai bahan alami yang dapat menunjang kesehatan dan daya tahan tubuh.
“Jahe merah sudah lama dikenal memiliki banyak khasiat. Selain untuk menghangatkan tubuh, jahe merah juga bermanfaat mengatasi mual, nyeri haid, nyeri tulang, dan sangat baik untuk menjaga imunitas, terutama bagi kesehatan keluarga,” ujar Muhammad Haris.
Dalam proses produksinya, Haris mengolah jahe merah secara rumahan dengan tetap memperhatikan kebersihan dan higienitas. Bahan baku jahe merah diperoleh dari pasar lokal dan diproses menjadi serbuk melalui tahapan pemerasan sari jahe, pengkristalan, hingga pengemasan. Produk ini menggunakan campuran jahe merah, serai, gula, dan air, dengan komposisi dominan jahe merah.
Menurut Haris, keunggulan jahe merah terletak pada kandungan alaminya yang lebih kuat dibandingkan jahe putih atau jahe gajah. Karena itu, jahe merah lebih banyak dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan dibandingkan sekadar bumbu masakan.
“Perbedaan jahe merah dengan jahe biasa ada pada kandungan dan manfaatnya. Jahe merah memiliki kualitas yang lebih unggul untuk kesehatan, sehingga cocok dijadikan minuman herbal harian,” katanya.
Meski tergolong usaha rumahan, minat masyarakat terhadap serbuk jahe merah cukup tinggi. Produk ini dikonsumsi dengan cara diseduh menggunakan air panas atau hangat, dengan takaran dua sendok makan serbuk untuk satu gelas air. Jahe merah ini dinilai praktis, terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan tanpa harus meracik secara manual.
Saat ini, pemasaran serbuk jahe merah telah menjangkau beberapa titik, mulai dari swalayan, klinik kesehatan, hingga konsumen langsung. Haris menyebutkan produknya telah dititipkan di empat outlet, termasuk di Samarinda dan Balikpapan, meski skala produksi masih dalam hitungan kilogram.
Ke depan, Haris berharap usaha serbuk jahe merah yang dirintisnya dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ia optimistis, potensi tanaman rimpang lokal seperti jahe merah tidak hanya mendukung kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....