Ekonomi Balikpapan Triwulan I-2026 Stabil, Sensus Ekonomi Dekati Target Lapangan
- 03 Agt 2026 12:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan resmi memaparkan laporan perkembangan indikator sosial ekonomi triwulanan per akhir Juni 2026. Dalam rilis tersebut, performa ekonomi Kota Balikpapan dinilai menunjukkan tren positif yang stabil di tengah tantangan global, didorong oleh sektor industri pengolahan minyak dan gas serta mobilitas transportasi yang kian dinamis.
Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menjelaskan bahwa pergerakan inflasi dan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Balikpapan terkendali dengan baik berkat koordinasi lintas sektor dalam menjaga suplai bahan pokok penting.
"Hingga akhir Juni 2026, indikator makro kita menunjukkan resiliensi yang kuat. Sektor pengolahan tetap menjadi tulang punggung utama PDRB, didukung oleh peningkatan aktivitas logistik di pelabuhan dan Bandara Sepinggan," ujar Marinda saat memberikan keterangan resmi di Kantor BPS Kota Balikpapan.
Selain merilis data bulanan dan triwulanan, Marinda juga membeberkan perkembangan terkini mengenai pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang telah berlangsung sejak 15 Juni dan dijadwalkan rampung pada 31 Agustus 2026.
• Metode Pendataan: BPS menerapkan metode de facto, artinya mendata semua individu dan pelaku usaha yang secara fisik menetap di Balikpapan, tanpa memandang status wilayah KTP asal mereka.
• Cakupan Sektor: Pendataan mencakup seluruh pelaku ekonomi (perdagangan, jasa, UMKM, industri, hingga pertanian) serta pemeringkatan kesejahteraan rumah tangga melalui kepemilikan aset.
• Keamanan Warga: Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa identitas petugas lapangan wajib rompi resmi, membawa tanda pengenal (name tag), serta mengantongi surat tugas resmi BPS Kota Balikpapan.
BPS menargetkan seluruh pengumpulan data lapangan selesai lebih cepat, yakni pada pertengahan Agustus 2026. Langkah ini diambil agar instansi memiliki waktu validasi serta pembersihan data (data cleaning) yang lebih panjang demi menjamin output statistik yang berkualitas tinggi.
Data riil dari masyarakat dan pelaku usaha ini sangat vital. Semakin akurat data yang di kumpulkan, semakin tepat sasaran pula kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....