Transaksi Digital Tumbuh Pesat, ALTO Catat Lonjakan QRIS hingga 89 Persen
- 19 Apr 2026 09:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia tetap menunjukkan tren positif, bahkan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Ketika berbagai negara menghadapi tekanan ekonomi, salah satu backbone industri pembayaran di Indonesia, PT ALTO Network (ALTO Network) mencatat aktivitas transaksi domestik yang justru tetap tumbuh.
CEO ALTO Network, Gretel Griselda menjelaskan, salah satu indikatornya terlihat pada periode Lebaran 2026, di mana terjadi peningkatan aktivitas transaksi. Berdasarkan data PT ALTO Network, volume transaksi bertumbuh 50% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren ini pun dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis.
"Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, kami melihat tren pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat. Ini ditandai dengan tetap tumbuhnya transaksi yang kami proses baik dari sisi jumlah transaksi maupun volume transaksi, ini dapat menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki daya konsumsi yang baik. Saat ini ALTO Network memproses hingga 30 juta transaksi per harinya" ujara Gretel, dalam rilis yang dikutip rri.co.id, Minggu, 19 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir skala transaksi digital memang berkembang pesat, dengan volume transaksi mencapai ratusan juta hingga milyaran per tahun. Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi digital banking tumbuh lebih dari 20–30% secara tahunan. QRIS bahkan melampaui 100% pada fase awal adopsi.
Tingginya adopsi pembayaran digital di Indonesia, kata Gretel, juga tercermin dari pertumbuhan signifikan transaksi QRIS yang diproses oleh ALTO Network, dengan volume transaksi meningkat sebesar 89,56% dan nilai transaksi tumbuh 94,18% secara tahunan (Maret 2025 dibandingkan Maret 2026).
Sementara itu, seiring peningkatan transaksi, kebutuhan menjaga stabilitas sistem dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri. Sebagaimana diungkapkan Chief Business Officer ALTO Network, Rangga Wiseno.
Menurut Rangga, untuk mendukung kecepatan transaksi diperlukan integrasi dalam sistem pendukung pembayaran. “Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh proses, mulai dari pemantauan hingga penanganan kendala, bisa berjalan terintegrasi dan efisien,” ujarnya.
Peningkatan kapasitas dan integrasi sistem dinilai penting untuk meminimalkan potensi gangguan transaksi, sekaligus menjaga pengalaman pengguna sehingga transaksi digital dapat terus bertumbuh dan menjadi tren.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....